Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

5 Mahasiswa UGM Rancang Aplikasi Untuk Google Glass

INFO BOS - 5 Mahasiswa UGM Rancang Aplikasi Untuk Google Glass. Sekelompok mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta sukses mengembangkan aplikasi yang bisa diakses melalui kacamata pintar Google Glass. Aplikasi yang dijuluki Quick Disaster itu diklaim memudahkan pengguna untuk mendapatkan informasi terkait mitigasi bencana.

5 Mahasiswa UGM Rancang Aplikasi Untuk Google Glass

Aplikasi ini disebut berbasis visual dan suara yang bisa menampilkan langkah tahapan antisipasi terkena bencana dari 9 jenis bencana. Mulai dari erupsi gunung berapi, tanah lonsor, topan tornado, gempa bumi, hujan abu vulkanik, banjir, kebakaran hingga tsunami.

Daniel Oscar Baskoro, salah satu anggota tim riset mengatakan, pemilihan Google Glass sebagai perangkat untuk aplikasi yang mereka buat karena informasi yang ditampilkan perangkat itu jauh lebih cepat dan ringkas ketimbang menggunakan perangkat mobile.

“Kita berpikir suatu saat perangkat digital akan melekat pada tubuh manusia seperti halnya jam pintar atau gelang pintar,” kata Daniel, seperti dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (6/5/2014).

Selain melibatkan Daniel, Quick Disaster juga turut dikembangkan oleh empat mahasiswa lainnya yaitu Zamsyari, Bahrunur, Sabrina Anggraini, dan Maulana Rizki.

Aplikasi ini dijelaskan dapat menampilkan informasi secara visual mengenai tahapan solusi untuk mengantisiapasi dampak bencana. "Quick Disaster diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mengantisipasi bencana saat kejadian bencana berlangsung," ujar Sabrina Anggraini.

Untuk saat ini Quick Disaster masih dalam tahap riset dan pengembangan, di mana beberapa fitur masih ada yang perlu disempurnakan. Dalam waktu dekat, tambah Sabrina, aplikasi ini akan dipresentasikan dalam konferensi internasional di Eropa dan Amerika.

Sumber: Lipuran6
readmore »»  

Selasa, 15 April 2014

Kisah Tawanan Jepang, Lepas dari Jugun Ianfu karena Menyamar sebagai Lelaki

INFO BOS - Kisah Tawanan Jepang, Lepas dari Jugun Ianfu karena Menyamar sebagai Lelaki. “Rumah kami menghadap perairan Jambi di sepanjang Sungai Batanghari,” tulis Rita dalam buku kenangan yang berkisah ketika dia berusia 12 tahun. “Sepanjang hari kami mendengar ledakan dari gudang-gudang tempat penyimpanan minyak.”

Potret Rita la Fontaine de Clercq Zubli di buku memoarnya tentang masa pendudukan Jepang 1942-45. Jelang pendudukan Jepang, seorang pastor menyarankan kepadanya supaya berganti penampilan menjadi seorang anak lelaki. Rita pun menjadi seorang laki-laki. (Foto: Kompas.com)
Potret Rita la Fontaine de Clercq Zubli di buku memoarnya tentang masa pendudukan Jepang 1942-45. Jelang pendudukan Jepang, seorang pastor menyarankan kepadanya supaya berganti penampilan menjadi seorang anak lelaki. Rita pun menjadi seorang laki-laki. (Foto: Kompas.com)

Rita merupakan gadis Indo-Belanda yang berambut panjang berwarna cokelat tua, sulung dari tiga bersaudara. Dia adalah anak perempuan satu-satunya. Ayahnya bertugas sebagai Kepala Post, Telegraf en Telefoondienst—kantor dinas pemerintah Hindia Belanda yang melayani pos, telegraf, dan telepon—di Jambi.

Setelah Semenanjung Malaya bertekuk lutut di bawah bendera Hinomaru, pada Januari 1942, Jepang memasuki kawasan Hindia Belanda. Pemerintah kolonial pun melakukan sabotase terhadap fasilitas publik supaya tidak dapat digunakan oleh musuh. Untuk melawan pergerakan armada Jepang tampaknya menjadi sesuatu yang berlebihan.

Kedatangan bala tentara ini telah meresahkan warga Belanda dan keturunan Belanda yang menghuni kota-kota di Hindia Belanda. Semua mengetahui bahwa para serdadu Jepang memiliki perempuan penghibur yang berasal dari warga lokal dari negara yang mereka duduki—jugun ianfu. Para perempuan belia menjadi korban perang lantaran dipaksa melayani serdadu Jepang di rumah-rumah bordil.

Koevoets, seorang pastor Belanda, berkunjung ke rumah keluarga Rita. Dia berbicara kepada orang tuanya dan menyarankan supaya gadis itu untuk mengubah penampilannya menjadi seorang lelaki. “Wanita yang dicari tentara-tentara itu adalah gadis-gadis muda yang belum bisa melindungi dirinya,” ujar Koevoets kepada Rita. “Kami ingin melindungimu dari tentara-tentara yang ingin memanfaatkan gadis-gadis bau kencur sepertimu.”

Akhirnya Rita menuruti keinginan sang pastor dan orang tuanya, meskipun dia belum memahami sepenuhnya tentang kengerian yang kelak dihadapi perempuan-perempuan di Hindia Belanda. Tampaknya Pastor Koevoets sudah mempersiapkan semuanya, dia membawa sikat rambut, sisir, jepit, dan gunting.

Di teras rumahnya, Rita tampak tak terlalu gembira menghadapi gunting sang pastor yang menebas rambutnya. “Aku akan kehilangan sesuatu yang berharga—rambut panjangku yang berwarna cokelat tua,” ungkap Rita dalam buku kenangannya.

Usai memangkas rambutnya, pastor itu memberikan beberapa setel kemeja anak lelaki, busana dalam, hingga sepatu kepada Rita. Kini Rita menjelma menjadi anak lelaki.

Pada pertengahan Februari 1943, Jepang merambah Jambi. Semua warga Belanda digiring untuk pemeriksaan di sebuah kantor polisi di bawah pengawasan Jepang. Ada satu hal yang terlewatkan oleh orang tua Rita: Anak perempuan mereka yang sudah menjelma menjadi lelaki itu masih bernama “Rita”. Mereka tersadar dan secara spontan mengganti nama "Rita" dengan "Richard". Nama panggilannya pun menjadi "Rick".

“Warga Hindia Belanda dan keluargaku dikucilkan dari dunia luar selama empat puluh satu bulan,” ungkap Rita meretas kenangannya. Tawanan perempuan dan anak-anak dipisahkan dengan tawanan lelaki dewasa. Selama pendudukan Jepang, dia bermukim di kamp tawanan di Jambi dan Palembang. “Aku harus meneruskan penyamaranku sebagai anak laki-laki sampai waktu yang sangat lama.”

Rick merupakan seorang yang cerdas dan pandai bersikap sehingga penyamarannya pun tak terungkap. Dia selamat dari perekrutan jugun ianfu. Banyak perempuan Belanda, Indo-Belanda, bahkan juga perempuan pribumi, ditarik paksa oleh serdadu-serdadu Jepang. Mereka direkrut sebagai pemuas kebutuhan seksual serdadu Jepang pada 1942-1945. Para perempuan malang itu tidak hanya berasal dari Hindia Belanda, tetapi juga di Korea, Tiongkok, dan Indocina.

Setelah Jepang kalah perang, Rita kembali menjalani hidup sebagai perempuan muda. Beberapa tahun kemudian sia menikah dengan lelaki Belanda pemilik perkebunan karet. Mereka dikaruniai empat anak di sebuah rumah di Kota Nashua, New Hampshire, Amerika Serikat.

Sekelompok penulis memberikan semangat dan dukungan kepada Rita untuk menorehkan kisahnya dalam sebuah buku kenangan. Kemudian buku berjudul Disguised karya Rita la Fontaine de Clercq Zubli pun terbit di London, 65 tahun setelah dia bersama keluarga dan orang-orang Belanda lainnya menjadi tawanan perang. Pada 2009, buku itu diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama dengan judul Sang Penyamar.

“Semoga apa yang telah kualami dapat memberikan sesuatu yang menguatkan tekad Anda dalam menghadapi masa-masa sulit dengan penuh keberanian,” ungkap Rita di bagian pengantar bukunya. “Memang mudah bagi kita untuk menyerah; tapi adalah tantangan untuk bisa bertahan dan menang.”

Tampaknya kalimat itu menjadi pesan akhir sang penyintas. Rita wafat pada November 2012 dalam usia 82 tahun. (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Sumber: Kompas.com
readmore »»  

Kamis, 27 Maret 2014

Heboh: Ada PKS di Soal Ujian, Kadisdik Evaluasi Tim Pembuat Soal

INFO BOS - Heboh: Ada PKS di Soal Ujian, Kadisdik Evaluasi Tim Pembuat Soal. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Ahmad Lutfi mengatakan, tim pembuat soal ujian semester akhir SMA/MA Kota Tangerang telah melakukan kekeliruan. Hal itu terkait soal ujian Pendidikan Kewarganegaraan yang salah satu pilihan jawabannya menyebut Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ada PKS dalam Soal ujian SMA di Tangerang
Ada PKS dalam Soal ujian SMA di Tangerang (Foto: Kompas.com)

"Ini memang murni sebuah kekeliruan dari tim pembuat soal. Masalah ini juga sudah dibawa ke Panwaslu dan segera diperiksa," kata Lutfi kepada Kompas.com, Kamis (27/3/2014).

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Tangerang menyerahkan proses penyelidikan kepada Panwaslu terkait dugaan kampanye dalam soal ujian tersebut. Setelah dari Panwaslu, lanjut Lutfi, pihaknya siap melakukan evaluasi internal terkait kekeliruan soal ujian tersebut.

Evaluasi dilakukan terhadap tim pembuat soal ujian SMA/MA. Lutfi menolak bila soal tersebut bersifat kampanye untuk menjaring pemilih pemula yang rata-rata berada di bangku SMA sederajat.

"Sekali lagi ini murni kekeliruan dan tidak ada tujuan politis untuk kampanye partai tertentu," ujarnya.

Soal yang dimaksud ada di ujian mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

Heboh: Ada PKS di Soal Ujian, Kadisdik Evaluasi Tim Pembuat Soal

Kutipan soal yang diduga sebagai bentuk kecurangan kampanye adalah sebagai berikut.

12. Salah satu unsur suprastruktur politik yang keberadaannya mendukung pelaksanaan sistem politik di Indonesia adalah?
(A) Ikatan Dokter Indonesia
(B) Partai Keadilan Sejahtera
(C) Surat Kabar Kompas
(D) Mahkamah Konstitusi
(E) Stasiun Metro TV

Sumber: Kompas.com
readmore »»  

Rabu, 19 Maret 2014

Mengungkap Arti Kata Maknyus, Wong Ndeso, Songong, Norak dan Tajir

INFO BOS - Mengungkap Arti Kata Maknyus, Wong Ndeso, Songong, Norak dan Tajir. Kata-kata tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan. Baik dalam pembicaraan sehari-hari, dengar orang lain bicara atau menonton siaran televisi atau film di bioskop. Tapi tahu kah arti dan makna kata-kata tersebut?

Info Bos mencoba memaparkan dengan Mengungkap Arti Kata Maknyus, Wong Ndeso, Songong, Norak dan Tajir tersebut. Simak berikut di bawah ini.

Mengungkap Arti Kata Maknyus, Wong Ndeso, Songong, Norak dan Tajir

Mengungkap Arti Kata Maknyus, Wong Ndeso, Songong, Norak dan Tajir

Arti kata Maknyus
Pada acara kuliner yang ada di salah satu stasiun televisi yang dibintangi oleh Pak Bondan kita sering mendengar dia mengucapkan Maknyus dan Top Markotop saat menyantap makanannya. Mungkin arti kata maknyus disini adalah rasa makanan tersebut yang lezat sekali dan tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata – kata sehingga dia mengucapkan “Maknyus” dengan ekspresi mukanya yang membuat para penonton jadi iri ingin menyantap makanan tersebut.

Arti kata Wong Ndeso
Tukul sering mengatakan “wong ndeso” dalam lawakannya, Wong ndeso terdiri dari dua kata yaitu wong dan ndeso. Wong disini bukan berasal dari bahasa cina seperti penamaan orang. Contonya wong fei hung dll. Tetapi kata "wong" ini berasal dari bahasa jawa yang artinnya adalah orang atau manusia. Ndeso berasal dari kata deso yang artinya desa atau kampung yang ketinggalan zaman tetapi sok modern. Sebenarnya kata wong ndeso ini sangant negative.

Arti kata songong
Woo,, songong banget siih loo”. Kata songong sering sekali di ucapkan jika ada orang atau teman kita yang bertindak semena – mena. Mungkin yang dimaksud dengan kata songong adalah belagu. Misalkan ada orang yang ingin memamerkan kelebihannya secara berlebihan.

Arti kata norak
Gaya lo itu norak bangett”. Maksud dari kata norak ini adalah sikap kita yang berlebihan atau belagu tidak sesuai pada tempatnya

Arti kata tajir
Orang yang rumahnya dipojok itu kan tajir bangett”. Tajir adalah bahasa arab artinya pedagang, orang – orang menafsirkan jika orang yang kelebihan harta menyebutnya dengan kata tajir.

Bagaimana? Sudah paham dan tahu penempatan dari kata-kata di atas. Semoga bermanfaat yah. Lain waktu kita paparkan lagi istilah kata-kata yang berkembang atau trend saat ini. [Info Bos]

Referensi: Net
readmore »»  

Kamis, 13 Maret 2014

Kurang Satu Bulan, Soal UN Sudah Rampung 70 Persen

INFO BOS - Kurang Satu Bulan, Soal UN Sudah Rampung 70 Persen. Ujian Nasional (UN) akan berlangsung tak kurang dari satu bulan ke depan. Plt Kepala Puspendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, mengatakan, sampai hari ini telah ada percetakan yang menyelesaikan 70 persen naskah UN.


Ilustrasi: Peserta ujian nasional di Sekolah Menengah Atas Santun Untan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengerjakan soal Bahasa Inggris, Selasa (16/4/2013). (Foto: KOMPAS/A HANDOKO)
Ilustrasi: Peserta ujian nasional di Sekolah Menengah Atas Santun Untan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengerjakan soal Bahasa Inggris, Selasa (16/4/2013). (Foto: KOMPAS/A HANDOKO)


Kurang Satu Bulan, Soal UN Sudah Rampung 70 Persen
"Monitoring saya terakhir sampai tadi pagi. Untuk UN SMA rata-rata sudah di atas 70 persen. Beberapa malah sudah ada yang siap dikirim. Tapi, sesuai jadwalnya, jangan sampai ada yang terlalu awal dikirim," kata Nizam di kantor Kemendikbud, Kamis (13/3/2014) siang.

Hal itu, menurut Nizam, merupakan antisipasi yang dilakukan untuk mencegah terlambatnya naskah UN. Masa pencetakan naskah tahun ini pun berbeda dibanding tahun lalu. Nizam menuturkan, tahun lalu naskah UN baru dikirim pada pertengahan Maret.

"Kali ini lebih awal, yakni akhir Februari telah diserahkan ke percetakan," ujarnya.

Adapun bila sampai waktu yang ditentukan terjadi keterlambatan, lanjut Nizam, akan berlaku sanksi bagi pihak percetakan. Nizam mengatakan, akan ada sanksi berat hingga ringan.

Namun, Kemendikbud akan menyelidiki lebih lanjut hal itu. Jika keterlambatan terjadi akibat faktor kesengajaan, kecurangan, atau malah membocorkan soal ujian, hal itu tergolong tindak kriminal.

"Bisa saja percetakan tersebut dipidanakan ke polisi," ujarnya.

Namun, lanjut dia, jika keterlambatan terkait hal-hal teknis yang tergolong kesalahan ringan percetakan bisa diberikan peringatan.

"Atau, bisa juga misalnya, pembayaran dikurangi karena percetakan tidak berhasil mencetak soal secara tepat pada waktunya," jelas Nizam.

Selain sanksi untuk pihak percetakan, sanksi tersebut juga berlaku bagi pihak-pihak yang terkait dengan kelancaran UN, misanya pengawas ujian, guru, pihak sekolah, dan siswa. Bila terbukti di antara mereka melakukan kecurangan dalam menjalankan UN, pemerintah pusat sebagai pengawas UN tak segan mengambil tindakan.

Nizam mengatakan, ada baiknya dalam mengerjakan soal nanti, anak-anak percaya diri dengan kemampuan mereka. Siswa tidak perlu bergantung untuk mendapatkan jawaban dari rekannya.

"Anak-anak engga perlu berpikir untuk menyontek. Berpikir saja, mereka itu belajar untuk kepentingan mereka sendiri. Percaya diri dan berdoa sehingga mereke bekerja itu dengan mantap," katanya.

Sumber: Kompas.com
readmore »»  

Jumat, 23 Agustus 2013

Inilah Ciri-Ciri Cewek Perawan dan Tidak Perawan

Inilah Ciri-Ciri Cewek Perawan dan Tidak Perawan - Untuk melihat seorang gadis masih perawan atau tidak, anda tidak perlu melihatnya saat malam pertama. Ada beberapa ciri fisik pada tubuh wanita perawan atau tidak. Mau tahu apa ciri-cirinya?

Inilah Ciri-Ciri Cewek Perawan dan Tidak Perawan
Ilustrasi - Facebook

1. Dahi
Bagi wanita yang masih perawan akan memiliki dahi yang halus dan licin. Dan jika tidak suci lagi maka akan muncul kedutan yang tidak begitu terlihat dan samar-samar. Ciri ini tolong bedakan dengan kedutan karena usia.

Kedutan karena sudah tidak perawan, terlihat samar-samar dan akan terlihat jelas saat tertawa atau berbicara.

2. Mata.
Ciri pertama bisa kita lihat pada matanya. Jika wanita yang sudah tidak perawan bagian bawah kelopak mata terlipat sedikit dan terdapat tanda lebam (hitam) seperti memar. Atau ada tambahan garis keriput. Sedangkan jika masih suci maka matanya cerah berseri.

3. Hidung
Seoarang gadis yang masih suci dari jamahan lelaki hidung belang, memiliki ciri fisik pada hidungnya. Apa itu? yaitu pada ujung hidung terlihat ciri kemerah-merahan. Sedangkan untuk gadis yang sudah tidak perawan akan memiliki warna merah tapi lebih pucat.

4. Pipi
Jika gadis masih perawan maka pipinya akan menggairahkan dan merah segar. Kalau seorang wanita sering dicium efeknya adalah pipinya menjadi tidak merah lagi. Ciri lainnya bisa dilihat jika seorang pipi dari wanita tidak perawan terdapat garis melintang yang tidak begitu jelas.

5. Telinga
Seorang wanita yang sama sekali belum tersentuh oleh Pria bisa juga dilihat cirinya pada telinga. Bagi wanita perawan maka telinganya akan akan nampak halus dan bersih. Sedangkan telinga pada wanita yang sudah tidak perawan akan menjadi sedikit leper. Karena waktu malam sering digigit.

Sebenarnya ada banyak lagi ciri-ciri perawan tapi karena melibatkan organ-organ sensitif lebih baik tidak saya publish.Dan saya rasa ciri diatas sudah cukup untuk membedakan mana wanita yang masih perawan atau tidak.

Sumber: http://id.okezone.eu/
readmore »»  

Kamis, 11 Juli 2013

Heboh Ditemukan Cerita Dewasa di Buku Bahasa Indonesia Kelas 6 SD

Heboh Ditemukan Cerita Dewasa di Buku Bahasa Indonesia Kelas 6 SD - Terjadi lagi, buku untuk siswa Sekolah Dasar (SD) memuat cerita dewasa. Buku Bahasa Indonesia yang dibagikan ke siswa SDN Polisi 4 Bogor ini memuat sebuah cerita tentang kehidupan wanita yang hilang keperawanannya dan berjuang hidup dengan menjual diri.

Heboh Ditemukan Cerita Dewasa di Buku Bahasa Indonesia Kelas 6 SD

Kasus ini terungkap setelah seorang siswa kelas enam SDN Polisi 4, Bogor, Jawa Barat mempertanyakan kepada ibunya mengenai makna cerita yang seharusnya untuk 17 tahun ke atas itu.

Kasus ini juga dmuat dalam sebuah blog komite SDN Polisi 4. Buku berjudul Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia, untuk SD MI kelas 6 ini dicetak oleh CV Graphia Buana dan disusun oleh Ade Khusnul dan M. Nur Arifin. Buku ini merupakan cetakan baru yang mulai beredar Maret 2013 kemarin.

Cerita yang mengandung unsur tema dewasa terdapat pada halamn 55 - 60 dengan judul Anak Gembala dan Induk Serigala.

Heboh Ditemukan Cerita Dewasa di Buku Bahasa Indonesia Kelas 6 SD

Berikut penggalan wacana dewasa yang disajikan untuk siswa kelas enam SD Negeri Polisi 4, Bogor:

".....Beban yang berat membawanya untuk masuk lebih dalam ke bilik kamar yang hanya ditutupi oleh kain.Bilik itu bagian belakang dari sebuah warung remang-remang di pinggiran kota .
Tempat dimana sekarang dia membanting tulang demi hidupnya dan keluarganya di sebuah kampung.Di dalam bilik itu sudah menunggu seorang laki-laki yang segera menyambutnya dengan sebuah pertanyaan.
"Dari mana asalmu ?"
"Panyuren, " jawab perempuan ,yang baru saja duduk di dalam kamar itu, singkat.

Gerakan perempuan itu terlihat masih kikuk .Benar seperti kata pemilik warung ini, dia ini pendatang baru !.

Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu.Hanya saja dia masih penasaran dengan nama kampung asal yang tadi disebut.

"Panyuren .Agaknya saya pernah ke sana .Kampung itu terletak dekat dengan hutan lebat bukan?".

“"iya benar",” perempuan itu menjawab singkat dan terdengar ragu. Jangan-jangan lelaki di hadapannya pernah mengenal dirinya. Hal itu semakin menambah kekikukannya di depan lelaki itu. Sementara lelaki yang dikuatirkan mengenalnya itu rupanya asyik meneguk sejenis minuman beralkohol. Pada botol minuman itu, ada gambar seekor banteng yang tengah menanduk. Dia ingat pada orangtuanya yang punya dua ekor sapi. Ayahnya pernah bilang kalau nanti anak yang dilahirkannya sudah agak besar, akan dikenalkan dengan ternak dan hutan seperti kakeknya. Ah, rahasia. Kenapa harus begitu kelam?

Bertahun-tahun, seorang mandor penebangan kayu melihatnya sedang mandi di sebuah telaga.Akhirnya terjadilah peristiwa yang merenggut kegadisannya sekaligus menimbulkan tumbuhnya janin di perutnya. Dia tadinya tidak bisa terima. Begitu lahir, bayi itu ditinggalkannya dengan kedua orangtuanya sementara dia lari ke kota. Kini dia sadar bahwa dia harus berbuat sesuatu untuk menghidupi anak yang pernah dikandungnya. Walau bagaimanapun dia adalah darah dagingnya. Dia ibu dari anak itu. Dari tempat paling hina di dunia ini, warung remang-remang tempat dia menjajakan badan, dia selalu diingatkan pada hal itu. Apapun. Apapun harus ia lakukan demi kehidupannya dan anak itu. “

Kamu cantik sekali. Marilah dekat kesini.”

Suara itu membuyarkan lamunannya. Pada awalnya dia tampak ragu untuk meladeni rayuan lelaki itu. Akan tetapi sebentar tadi, masa lalu yang kelam sudah menyeretnya pada sebuah kesadaran, dia ingin melupakan kepahitan hidupnya. Melupakan deritanya pada sosok lelaki yang menistakan dirinya, pada sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya, pada kesadaran bahwa dia adalah perempuan yang sewaktu-waktu mudah dihempas oleh jerat nafsu.

Kali ini, dia membulatkan tekad untuk berkuasa sepenuhnya pada daya tubuhnya. Hanya itu yang dia punya. Hanya itu, Maka…

“Bergairahlah lelakiku. Aku ingin sekali menyempurnakan keinginanmu.”

Lelaki itu tersenyum lebar. Dia mengulurkan segelas minuman pada perempuan itu yang segera disambut dan dituntaskan dalam satu tegukan. Mereka tenggelam dalam pelukan dan ciuman. “

Tunggu dulu. Aku ingat lesung pipit ini. Bagaimana bisa kau datang kemari?”

Dengan terpaksa, perempuan itu melepaskan erat pelukan, berjalan ke arah saklar untuk menyalakan lampu kamar.

Dia ingin menegaskan wajah lelaki itu. Apakah memang dia mengenalnya? “Tidak. Tidak. Aku tidak mengenalmu. Dan tidak juga ingin mengenalmu setelah pertemuan ini.” Begitu hatinya bergemuruh. “

Ya, Aku pun begitu. Tapi kau kukenali sebagai gadis yang berjalan menunduk ketika melewati kemah kami. Gadis yang cantiknya sering sekali Mandor Onih ceritakan. Gadis yang setiap malam kutangisi setelah kejadian itu.” Lelaki itu tiba-tiba mengisak. Tangannya menggapai seakan meminta perempuan itu mendekat dan memeluk dirinya. Dan ketika perempuan itu terengkuh olehnya, pada telinganya dia berbisik lirih. “

Gadis yang aku cintai.”

Ah, inikah cinta? Dia pun gemetar dalam pelukan lelaki itu. Seperti lampu di kamar yang berpijar, dia merasa terbakar sendirian. “

Kau punya anak?” Lelaki itu kembali bertanya. Mengangguk lemah, dia memejamkan mata. Dua butir air mata segara meluncur di atas pipinya yang keputihan oleh pupur.

“Anak Mandor Onih?” Dia mengangguk lagi. Kali ini dia melepaskan pelukan lelaki itu. Lelaki itu kaget. Apakah dia menolak cintanya? Dipandangnya lekat mata sembab perempuan itu. Mata itu sudah berubah menyala. Ada sesuatu yang akan terjadi. “

Kita jadi tidak? Aku dan anakku perlu makan bukan rayuan!”

Senja itu, di sebuah lubang sarang, anak-anak serigala mengunyah rerumputan. Induknya belum juga pulang. Anak gembala yang lengan dan kakinya terluka karena gigitan serigala tertatih mengiring ternaknya ke kandang, dan perempuan yang adalah ibunya, di dalam kamar mengisak perlahan. Entah isak tangis senang hari ini dia mendapat uang dari langganan pertamanya, atau tangis kerinduan pada kampung halaman. Atau… .....
Heboh Ditemukan Cerita Dewasa di Buku Bahasa Indonesia Kelas 6 SD, Info Bos.

Sumber : Infospesial
readmore »»  

Rabu, 05 Juni 2013

Tambah Tua tapi Ingatan Tetap Tajam

Tambah Tua tapi Ingatan Tetap Tajam - Bertambahnya usia membuat ketajaman ingatan serta kesehatan otak tidak bisa dicegah pengurangannya. Agar memori tetap tajam dan otak berjalan sesuai fungsinya, diperlukan asupan makanan dan aktivitas tubuh yang seimbang.

Tambah Tua tapi Ingatan Tetap Tajam

Untuk mendapatkan itu semua, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut ini:
  • Selalu cek tekanan darah dan kolesterol dalam tubuh secara rutin, agar Anda mengetahui kesehatan otak Anda.
  • Tidur yang cukup. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu ketajaman memori. Cobalah untuk tidur, setidaknya tujuh sampai delapan jam sehari.
  • Olahraga secara teratur. Aktivitas fisik secara teratur telah terbukti dapat mengurangi risiko demensia dan penyakit Alzheimer. Usahakan setidaknya 30 menit sehari untuk berolahraga.
  • Tantang otak Anda. Jaga pikiran Anda agar selalu aktif, dan latih dengan mengambil tugas yang membutuhkan pemikiran, atau memecahkan teka-teki. Dengan begitu, otak Anda akan terus dibuat aktif.
  • Tidak merokok. Jika Anda merokok, efek yang disebabkan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, juga dapat menurunkan aliran darah ke otak dan menyebabkan kerusakan serius.
  • Luangkan waktu untuk istirahat. Luangkan waktu untuk memanjakan diri dari kepenatan akibat rutinitas. Sediakan waktu untuk bertemu teman-teman, liburan, menyalurkan hobi, dan melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Selain menyeimbangkan aktivitas fisik dan waktu untuk istirahat, asupan makanan juga berpengaruh untuk mempertajam ingatan Anda. Apa saja yang bisa dikonsumsi?
  • Alpukat. Kandungan lemak tak jenuh tunggal yang ada pada alpukat dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Oksigen yang sampai ke otak, membantu Anda untuk berpikir dan mengingat secara detail.
  • Apel. Vitamin C yang dihasilkan dari apel mampu mengurangi masalah Alzheimer pada otak Anda.
  • Cokelat murni. Mampu mengurangi peradangan dan dapat membantu mencegah oksidasi di otak yang merupakan pemicu banyak penyakit saraf.
  • Teh hijau. Kandungan EGCG di dalamnya berfungsi melindungi otak dengan cara menurunkan jumlah protein yang terbangun sebagai plak, yang menyebabkan penurunan memori dan kerusakan saraf.
  • Blueberry. Nutrisi yang ada di dalam buah ini membantu masalah penuaan pada fungsi otak, memperbaiki kemampuan belajar, kemampuan motorik, dan indera penglihatan.

Sumber: Times of India, Kompas
readmore »»  

Melatih Konsentrasi dengan Olahraga Otak

Melatih Konsentrasi dengan Olahraga Otak - Selama ini banyak orang menganggap olahraga adalah kegiatan fisik yang penting untuk kebugaran tubuh. Padahal, meski tidak terlihat, otak pun memerlukan olahraga untuk memelihara kesehatan dan agar kerjanya tetap optimal.

Melatih Konsentrasi dengan Olahraga Otak

Dibandingkan olahraga fisik, olahraga otak jauh lebih mudah dilakukan karena tidak memerlukan arena dan peralatan khusus. Olahraga otak juga dapat dikerjakan di mana saja. Olahraga otak juga dapat dilakukan sepanjang hidup kita.

Ada berbagai olahraga otak, misalnya mengisi teka-teki silang (TTS), menyusun puzzle, bermain catur atau bridge, belajar bahasa asing hingga mendengarkan musik. Kegiatan yang relatif mudah dan menyenangkan serta memberi manfaat besar bagi otak. Kegiatan tersebut membuat kerja otak optimal dan tidak mudah pikun ketika berusia lebih lanjut.

”Sampai sekarang, pemahaman saya olahraga ya aktivitas fisik yang mengeluarkan keringat dan menyehatkan tubuh. Lagi pula olahraga yang populer di Indonesia adalah sepak bola dan bulu tangkis. Saya belum tahu soal olahraga otak,” kata Nur Hikmah (19), mahasiswa semester II Jurusan Bahasa Inggris Akademi Bahasa Asing Jatiwaringin, Bekasi.

Dia kini menekuni karate di kampusnya dan berlatih seminggu sekali. Namun, ketika tahu begitu besar manfaat olahraga otak bagi dirinya, dia bertekad akan melaksanakan kegiatan itu. Selama ini, di lingkungan sekitarnya, seperti di rumah dan kampus, dia sangat jarang melihat orang berolahraga otak, seperti bermain catur atau mengisi TTS. Hal itu menyebabkan dia tidak tertarik menekuni kegiatan tersebut.

Lain halnya dengan Janna (19), mahasiswa semester II Jurusan Teknik Komputer Akademi Manajemen Informatika dan Komunikasi Jatiwaringin, dan Tasripah (21), mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika di kampus yang sama, sama-sama menggemari permainan catur. Mereka mengenal catur melalui ayah mereka masing-masing.

Setelah menguasai permainan itu, mereka berani mengajak adik, kakak atau kerabat lainnya bertanding. Mereka sering menang, bahkan mampu mengalahkan guru mereka, sang ayah. Namun, jarang ada anak perempuan lain yang mengerti catur di lingkungan mereka. Kondisi itu berlanjut hingga mereka kuliah. Alhasil, mereka kini jarang bermain catur kecuali di komputer.

”Waktu saya masih SD, saya juara tingkat RT. Sekarang malah tidak sempat lagi main catur,” kata Tasripah, yang kini menekuni karate demi belajar melindungi diri itu.

Menurut dia, ketika dia kecil di lingkungan tempat tinggalnya di Larangan, Brebes, Jawa Tengah, banyak yang menganggap catur adalah permainan anak laki-laki sehingga tidak ada anak perempuan lain yang ikut main catur.

”Awalnya, saya sering melihat orang main catur. Saya tertarik dan iseng bertanding melawan adik. Ternyata saya bukan hanya dapat mengalahkan adik saya, melainkan juga paman dan ayah saya,” kata Janna, yang juga sering menang dalam permainan catur di komputer.

Mereka sepakat permainan catur melatih konsentrasi mereka. ”Tiap kali main, pasti tidak mendengar apa-apa lagi, fokus ke papan catur,” ujar Tasripah.

Sementara Ahmad Dwi Rahmat Martono (26), mahasiswa semester V Manajemen Informatika AMIK Jatiwaringin, mengaku sejak kecil tidak pernah tertarik bermain catur atau olahraga otak lainnya.

Manfaat

Olahraga otak sepintas sepele dan hanya bermain-main mengisi waktu luang. Namun, perlu disadari bahwa kegiatan ini penting bagi otak. Selain untuk istirahat dan rekreasi, olahraga otak juga membuat otak segar kembali sehingga dapat bekerja optimal. Olahraga otak umumnya juga membuat orang berpikir, menganalisis, melatih kecerdasan emosional, mencegah kepikunan, serta menumbuhkan motivasi untuk meraih kemenangan melalui cara yang jujur dan sportif.

Dalam permainan bridge terdapat unsur manajemen, melatih kesabaran, bersikap sopan santun, berkomunikasi, keterbukaan, dan bersikap jujur. Selain itu, banyak yang menganggap permainan bridge merupakan implementasi dari berbagai ilmu, seperti matematika, psikologi, dan manajemen.

Ketua Badan Pembentukan dan Pembinaan Tim Nasional (BPPTN) Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi) Roy E Tirtadji berpendapat, olahraga bridge membuatnya mampu menganalisis dan mengasah ilmu manajemennya. ”Saya seperti sekarang antara lain karena olahraga bridge,” kata Roy, beberapa waktu lalu. Dia antara lain pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group dan Presiden Lippoland Development.

Sementara permainan catur memberikan manfaat antara lain berupa menambah kecerdasan, melatih kedua sisi otak, meningkatkan konsentrasi, mencegah kepikunan, menambah memori, dan menambah kemampuan membaca. Permainan catur juga melatih disiplin, konsistensi, pengarsipan, dan menghitung cepat.

Di Sekolah Catur Utut Adianto, diyakini permainan catur merangsang kecerdasan anak dan melatih anak bermental baja serta tidak cengeng.

Berbeda dengan permainan catur dan bridge atau mengisi TTS, permainan di komputer belum tentu memberikan manfaat yang sama. Permainan dengan unsur kekerasan dan senjata membuat anak bersikap agresif, sedangkan video game dapat meningkatkan kecepatan detak jantung, tekanan darah, dan konsumsi oksigen cukup signifikan. (TIA)

Sumber : Kompas Cetak
readmore »»  

Rabu, 30 Januari 2013

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

INFO BOS - Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi. Bila anda membaca judul postingan ini, tentu akan bertanya-tanya. Benarkah Cewek Anak Sekolahan yang Fotonya Seksi, Hot dan Nakal hanya sebatas Iseng, Hobby atau memang profesi si Cewek memang demikian?

Suatu pertanyaan yang sangat sulit untuk di jawab bukan. Karena bila kita melihat dari hasil para fotografer amatiran ini, wajah si model yang masih berpakaian seragam sekolah terlihat senang dan menyukai gayanya (posenya). Bahkan tak segan-segan memperlihatkan bentuk-bentuk aurat rubuhnya.

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Dengan senyuman dan ekspresi yang nakal seakan-akan mengundang para kaum lelaki untuk mendekati dan menggapainya. Ada juga foto bersama dengan seorang lelaki yang sudah tua (oom). Si cewek malah terlihat bahagia bersamanya saat di foto. Sementara si Oom tadi masih dalam keadaan setengah telanjang. Bagaimana menurut anda?

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Banyak berita di beberapa media seperti "Anak di bawah umur (kategori masih sekolah) diperkosa oleh lelaki si xxxx" misalnya. Atau "siswa smu di culik oleh teman prianya". Ini bukti bahwa ada godaan-godaan yang cewek berikan kepada si cowok untuk melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya. Bisa jadi si siswi tadi menampakkan beberapa auratnya sehingga si pelaku kejahatan tergiur untuk melakukannya. So... ada kemungkinan kejahatan tejadi bukan karena diinginkan melainkan karena ada kesempatan.

Lihat beberapa contoh Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi di bawah ini yang bersumber dari Situs Jejaring Sosial (facebook, twitter dan Google).

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau ProfesiFoto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi


Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Pesan Info Bos, alangkah baiknya bila para Orang Tua / Wali mengetahui kelakuan si Anak seperti dalam "Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi" di atas, segera berdialog atau diskusi dengan si anak. Berilah kesempatan kepada si anak untuk memberikan alasan-alasan kenapa melakukan hal tersebut. Dan bimbinglah si anak untuk tidak melakukannya kembali.

Demikian Info Bos mengenai Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi. ** Info Bos.

Sumber Foto : Mesin Pencari Google dengan Keyword : Foto SMA
readmore »»  

Selasa, 11 Desember 2012

Diabetes Mellitus dan Pengobatannya

Artikel Kesehatan http://cewekkunakal.blogspot.com/
Diabetes Mellitus dan Pengobatannya
Oleh: dr. Dimas Satya Hendarta
Staff Edukatif Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia


Pendahuluan
Diabetes Mellitus dan Pengobatannya
Diabetes mellitus atau lebih dikenal dengan sebutan “penyakit kencing manis” di masyarakat merupakan salah satu penyakit “abadi” yang terus bermunculan penderitanya dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit ini memberikan dampak yang luas bagi pasiennya, tidak hanya karena mengganggu kesehatan semata akibat berbagai komplikasi yang ditimbulkan, namun juga mempengaruhi kehidupan sosial. Faktanya, prevalensi diabetes mellitus secara global terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 1995, prevalensi diabetes mellitus di dunia mencapai 4,0% dan diperkirakan akan meningkat menjadi 5,4% pada tahun 2025. Sedangkan di negara berkembang (termasuk Indonesia), penderita diabetes mellitus pada tahun 1995 telah mencapai 84 juta pasien dan diprediksi akan melonjak hingga 228 juta pasien pada tahun 2025 nanti.(2)

Definisi dan Klasifikasi Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia kronik sebagai kelainan utamanya akibat adanya insufisiensi kerja insulin.(4)

Berdasarkan etiologinya, American Diabetes Association (2005) mengklasifikasikan diabetes mellitus menjadi empat tipe, yaitu: (1,2)

I. Diabetes Mellitus Tipe 1
(destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut)
A. Melalui proses imunologik
B. Idiopatik

II. Diabetes Mellitus Tipe 2
(bervariasi mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin)

III. Diabetes Mellitus Tipe Lain
  • Defek genetik fungsi sel beta
  • Defek genetik kerja insulin
  • Penyakit eksokrin pankreas
  • Endokrinopati
  • Karena obat/zat kimia
  • Infeksi
  • Imunologi (jarang)
  • Sindroma genetik lain
  • Diabetes Kehamilan (Gestasional)
Manifestasi Klinis Diabetes Mellitus
Keluhan klasik dari diabetes mellitus meliputi empat hal, yaitu: poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Keluhan lain yang juga dapat ditemukan pada pasien diabetes mellitus antara lain pasien merasakan lemah, gatal, kesemutan, pandangan kabur, serta adanya disfungsi ereksi pada pria ataupun pruritus vulva pada wanita.(1,2)

Diagnosis Diabetes Mellitus
Dalam menegakkan diagnosis diabetes mellitus, patokan yang dijadikan acuan tentu saja adalah pemeriksaan glukosa darah. Dalam hal ini dikenal adanya istilah pemeriksaan penyaring dan uji diagnostik diabetes mellitus.(1,2)

Pemeriksaan Penyaring
Pemeriksaan penyaring ditujukan untuk mengidentifikasi kelompok yang tidak menunjukkan gejala diabetes mellitus tetapi memiliki resiko diabetes mellitus, yaitu: 1) Umur > 45 tahun, 2) Berat badan lebih (dengan kriteria: BBR > 110% BB idaman atau IMT >23 kg/m2), 3) Hipertensi (≥ 140/90 mmHg), 4) Terdapat riwayat diabetes mellitus dalam garis keturunan, 5) terdapat riwayat abortus berulang, melahirkan bayi cacat, atau BB lahir bayi > 4000 gram, 6) Kadar kolesterol HDL ≤ 35 mg/dl dan atau trigliserida ≥ 250 mg/dl.

Pemeriksaan penyaring dilakukan dengan memeriksa kadar gula darah sewaktu (GDS) atau gula darah puasa (GDP), yang selanjutnya dapat dilanjutkan dengan tes toleransi glukosa oral (TTGO) standar. Dari pemeriksaan GDS, disebut diabetes mellitus apabila didapatkan kadar GDS ≥ 200 mg/dl dari sampel plasma vena ataupun darah kapiler. Sedangkan pada pemeriksaan GDP, dikatakan sebagai diabetes mellitus apabila didapatkan kadar GDP ≥ 126 mg/dl dari sampel plasma vena atau ≥ 110 mg/dl dari sampel darah kapiler.

Uji Diagnostik
Uji diagnostik dikerjakan pada kelompok yang menunjukkan gejala atau tanda diabetes mellitus. Bagi yang mengalami gejala khas diabetes mellitus, kadar GDS ≥ 200 mg/dl atau GDP ≥ 126 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis diabetes mellitus. Sedangkan pada pasien yang tidak memperlihatkan gejala khas diabetes mellitus, apabila ditemukan kadar GDS atau GDP yang abnormal maka harus dilakukan pemeriksaan ulang GDS/GDP atau bila perlu dikonfirmasi pula dengan TTGO untuk mendapatkan sekali lagi angka abnormal yang merupakan kriteria diagnosis diabetes mellitus (GDP ≥ 126 mg/dl, GDS ≥ 200 mg/dl pada hari yang lain, atau TTGO ≥ 200 mg/dl).

Pengobatan Diabetes Mellitus
Pengobatan diabetes mellitus sangat penting dalam menjaga kestabilan kadar gula darah pasien guna mencegah terjadinya berbagai komplikasi akut dan kronik. Hal tersebut dilakukan melalui empat pilar utama pengelolaan diabetes mellitus, yaitu: (2,3)

1. Edukasi
Berupa pendidikan dan latihan tentang pengetahuan pengelolaan penyakit diabetes mellitus bagi pasien dan keluarganya.

2. Perencanaan makan
Bertujuan untuk mempertahankan kadar normal glukosa darah dan lipid, nutrisi yang optimal, serta mencapai/mempertahankan berat badan ideal. Adapun komposisi makanan yang dianjurkan bagi pasien adalah sebagai berikut: karbohidrat 60-70%, lemak 20-25%, dan protein 10-15%.

3. Latihan jasmani
Berupa kegiatan jasmani sehari-hari (berjalan kaki ke pasar, berkebun, dan lain-lain) dan latihan jasmani teratur (3-4x/minggu selama ± 30 menit).

4. Intervensi farmakologis
Diberikan apabila target kadar glukosa darah belum bisa dicapai dengan perencanaan makan dan latihan jasmani. Intervensi farmakologis dapat berupa Obat hipoglikemik oral/OHO (insulin sensitizing, insulin secretagogue, penghambat alfa glukosidase) dan Insulin, diberikan pada kondisi berikut:
  • Penurunan berat badan yang cepat
  • Hiperglikemia berat disertai ketosis
  • Ketoasidosis diabetik
  • Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik
  • Hiperglikemia dengan asidosis laktat
  • Gagal dengan kombinasi OHO dosis hampir maksimal
  • Stress berat (infeksi sistemik, operasi besar, AMI, stroke)
  • Diabetes mellitus gestasional yang tak terkendali dengan perencanaan makanan,
  • Gangguan fungsi ginjal/hati yang berat
  • Kontraindikasi atau alergi OHO
Daftar Pustaka
  1. Gustaviani, R., 2006. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Mellitus. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1879.
  2. Kurniawan, A., 2005. Current Review of Diabetes Mellitus. Kumpulan Makalah One Day Symposium an Update on the Management of Diabetes Mellitus, Panitia Pelantikan Dokter Baru Periode 151 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Solo, 5.
  3. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, 2005. Diabetes Melitus. Standar Pelayanan Medik, PB PAPDI, Jakarta, 7.
  4. Soegondo, S. 2011. Diagnosis, Klasifikasi, dan Patofisiologi Diabetes Mellitus. Kumpulan Makalah Update Comprehensive Management of Diabetes Mellitus, Panitia Seminar Ilmiah Nasional Continuing Medical Education Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 11.

Download File Diabetes Mellitus dan Pengobatannya dalam PDF Disini

Sumber : http://medicine.uii.ac.id/index.php/Artikel/Diabetes-Mellitus-dan-Pengobatannya.html
readmore »»  

Demam Tifoid

INFO BOS - Demam Tifoid. Salah satu penyakit infeksi sistemik akut yang banyak dijumpai di berbagai belahan dunia hingga saat ini adalah demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri gram negatif Salmonella typhi. Di Indonesia, demam tifoid lebih dikenal oleh masyarakat dengan istilah “penyakit tifus”.

Demam Tifoid
Dalam empat dekade terakhir, demam tifoid telah menjadi masalah kesehatan global bagi masyarakat dunia. Diperkirakan angka kejadian penyakit ini mencapai 13-17 juta kasus di seluruh dunia dengan angka kematian mencapai 600.000 jiwa per tahun. Daerah endemik demam tifoid tersebar di berbagai benua, mulai dari Asia, Afrika, Amerika Selatan, Karibia, hingga Oceania. Sebagain besar kasus (80%) ditemukan di negara-negara berkembang, seperti Bangladesh, Laos, Nepal, Pakistan, India, Vietnam, dan termasuk Indonesia. Indonesia merupakan salah satu wilayah endemis demam tifoid dengan mayoritas angka kejadian terjadi pada kelompok umur 3-19 tahun (91% kasus).1,3,4
Munculnya daerah endemik demam tifoid dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, peningkatan urbanisasi, rendahnya kualitas pelayanan kesehatan, kurangnya suplai air, buruknya sanitasi, dan tingkat resistensi antibiotik yang sensitif untuk bakteri Salmonella typhi, seperti kloramfenikol, ampisilin, trimetoprim, dan ciprofloxcacin.1

Penularan Salmonella typhi terutama terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Selain itu, transmisi Salmonella typhi juga dapat terjadi secara transplasental dari ibu hamil ke bayinya.4

Manifestasi Klinik dan Temuan Fisik
Masa inkubasi Salmonella typhi antara 3-21 hari, tergantung dari status kesehatan dan kekebalan tubuh penderita. Pada fase awal penyakit, penderita demam tifoid selalu menderita demam dan banyak yang melaporkan bahwa demam terasa lebih tinggi saat sore atau malam hari dibandingkan pagi harinya. Ada juga yang menyebut karakteristik demam pada penyakit ini dengan istilah ”step ladder temperature chart”, yang ditandai dengan demam yang naik bertahap tiap hari, mencapai titik tertinggi pada akhir minggu pertama kemudian bertahan tinggi, dan selanjutnya akan turun perlahan pada minggu keempat bila tidak terdapat fokus infeksi.1,4

Gejala lain yang dapat menyertai demam tifoid adalah malaise, pusing, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri perut, konstipasi, diare, myalgia, hingga delirium dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik, dapat ditemukan adanya lidah kotor (tampak putih di bagian tengah dan kemerahan di tepi dan ujung), hepatomegali, splenomegali, distensi abdominal, tenderness, bradikardia relatif, hingga ruam makulopapular berwarna merah muda, berdiameter 2-3 mm yang disebut dengan rose spot.2,4

Penegakan Diagnosis
Pada pemeriksaan darah tepi dapat ditemukan adanya penurunan kadar hemoglobin, trombositopenia, kenaikan LED, aneosinofilia, limfopenia, leukopenia, leukosit normal, hingga leukositosis.5

Gold standard untuk menegakkan diagnosis demam tifoid adalah pemeriksaan kultur darah (biakan empedu) untuk Salmonella typhi. Pemeriksaan kultur darah biasanya akan memberikan hasil positif pada minggu pertama penyakit. Hal ini bahkan dapat ditemukan pada 80% pasien yang tidak diobati antibiotik. Pemeriksaan lain untuk demam tifoid adalah uji serologi Widal dan deteksi antibodi IgM Salmonella typhi dalam serum. 1,2,4

Uji serologi widal mendeteksi adanya antibodi aglutinasi terhadap antigen O yang berasal dari somatik dan antigen H yang berasal dari flagella Salmonella typhi. Diagnosis demam tifoid dapat ditegakkan apabila ditemukan titer O aglutinin sekali periksa mencapai ≥ 1/200 atau terdapat kenaikan 4 kali pada titer sepasang. Apabila hasil tes widal menunjukkan hasil negatif, maka hal tersebut tidak menyingkirkan kemungkinan diagnosis demam tifoid.4,5

Penatalaksanaan
Hingga saat ini, kloramfenikol masih menjadi drug of choice bagi pengobatan demam tifoid di Indonesia. Dosis yang diberikan pada pasien dewasa adalah 4 x 500 mg hingga 7 hari bebas demam. Alternatif lain selain kloramfenikol, yaitu: tiamfenikol (4 x 500 mg), kotrimoksazol (2 x 2 tablet untuk 2 minggu), ampisilin atau amoksisilin (50-150 mg/kgBB selama 2 minggu), golongan sefalosporin generasi III (contoh: seftriakson 3-4 gram dalam dekstrosa 100 cc selama ½ jam per infus sekali sehari untuk 3-5 hari), dan golongan fluorokuinolon (contoh: ciprofloxcacin 2 x 500 mg/hari untuk 6 hari).5

Di Amerika Serikat, pemberian regimen ciprofloxcacin atau ceftriaxone menjadi first line bagi infeksi Salmonella typhi yang resisten terhadap kloramfenikol, ampisilin, trimethoprim-sulfamethoxazole, streptomycin, sulfonamides, atau tetrasiklin.1

Pada pasien anak, kloramfenikol diberikan dengan dosis 100 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 kali pemberian selama 10-14 hari. Regimen lain yang dapat diberikan pada anak, yaitu: ampisilin (200 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 kali pemberian IV), amoksisilin (100 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 kali pemberian PO), trimethoprim (10 mg/kg/hari) atau sulfametoksazol (50 mg/kg/hari) terbagi dalam 2 dosis, seftriakson 100 mg/kg/hari terbagi dalam 1 atau 2 dosis (maksimal 4 gram/hari) untuk 5-7 hari, dan sefotaksim 150-200 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis.4

Pemberian steroid diindikasikan pada kasus toksik tifoid (disertai gangguan kesadaran dengan atau tanpa kelainan neurologis dan hasil pemeriksaan CSF dalam batas normal) atau pasien yang mengalami renjatan septik. Regimen yang dapat diberikan adalah deksamethasone dengan dosis 3x5 mg. Sedangkan pada pasien anak dapat digunakan deksametashone IV dengan dosis 3 mg/kg dalam 30 menit sebagai dosis awal yang dilanjutkan dengan 1 mg/kg tiap 6 jam hingga 48 jam. Pengobatan lainnya bersifat simtomatik.4,5

Komplikasi
Salah satu komplikasi demam tifoid yang dapat terjadi pada pasien yang tidak mendapatkan pengobatan secara adekuat adalah perforasi dan perdarahan usus halus. Komplikasi ini sering terjadi pada minggu ketiga yang ditandai dengan suhu tubuh yang turun mendadak, adanya tanda-tanda syok dan perforasi intestinal seperti nyeri abdomen, defance muscular, redup hepar menghilang. Komplikasi lain yang dapat terjadi adalah pneumonia, miokarditis, hingga meningitis.2,4

Pencegahan
Pencegahan infeksi Salmonella typhi dapat dilakukan dengan penerapan pola hidup yang bersih dan sehat. Berbagai hal sederhana namun efektif dapat mulai dibiasakan sejak dini oleh setiap orang untuk menjaga higientias pribadi dan lingkungan, seperti membiasakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan atau menyentuh alat makan/minum, mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi yang sudah dimasak matang, menyimpan makanan dengan benar agar tidak dihinggapi lalat atau terkena debu, memilih tempat makan yang bersih dan memiliki sarana air memadai, membiasakan buang air di kamar mandi, serta mengatur pembuangan sampah agar tidak mencemari lingkungan.

Referensi
  1. Cammie F. Lesser, Samuel I. Miller, 2005. Salmonellosis. Harrison’s Principles of Internal Medicine (16th ed), 897-900.
  2. Chambers, H.F., 2006. Infectious Disease: Bacterial and Chlamydial. Current Medical Diagnosis and Treatment (45th ed), 1425-1426.
  3. Brusch, J.L., 2010, Typhoid Fever. http://emedicine.medscape.com/article/231135-overview.
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2008, Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis (2nd ed), Badan Penerbit IDAI, Jakarta.
  5. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, 2006, Standar Pelayanan Medik, PB PABDI, Jakarta.
----------------------------
Oleh: dr. Dimas Satya Hendarta
Staff Edukatif Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Sumber : http://medicine.uii.ac.id/index.php/Artikel/Demam-Tifoid.html
Download Demam Tifoid dalam PDF disini
readmore »»  

Gangguan Pendengaran Akibat Bising

Artikel Kesehatan http://cewekkunakal.blogspot.com/
GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT BISING
dr. Rully Satriawan
RSUD Ahmad Yani, Metro, Lampung

PENDAHULUAN
Gangguan pendengaran adalah hal yang lazim kita temui saat ini. Salah satunya adalah gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) atau dalam istilah asing disebut Noise Induce Hearing Lost (NIHL). Dengan semakin bertambah majunya teknologi, maka semakin mudah dan nyaman hidup manusia. Tetapi dibalik itu tersimpan ancaman yang sering tersamar dan tidak kita sadari. GPAB ini merupakan salah satu ancaman kemajuan tersebut.

Bising dan penuaan merupakan dua hal utama penyebab hilangnya pendengaran permanen. Sayangnya kelainan ini tidak dapat dikoreksi baik menggunakan obat-obatan maupun tindakan operatif, tetapi GPAB dapat dicegah (Dobie, 2001).

Secara umum bising adalah bunyi yang tidak diinginkan. Bising secara Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah suara yang tidak diharapkan dan tidak menyenangkan yang menggangu, atau suara yang diinginkan namun berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan menurut WHO, bising dikategorikan sebagai salah satu jenis polutan (Bunde, 2011). Bising yang intensitasnya 85 desibel (dB) atau lebih dapat menyebabkan rusaknya reseptor pendengaran pada telinga dalam (Soetirto, 2006). Bising dapat kita temui juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya bising di tempat kerja, tetapi dapat juga bersumber dari alat rumah tangga, alat elektronik, pemutar musik, pusat perbelanjaan sampai tempat bermain anak-anak.
Pada tahun 1900, angka rata-rata harapan hidup di dunia hanya sebesar 47 tahun. Pada saat itu, kehilangan pendengaran karena penuaan bukan suatu masalah yang banyak ditemukan. Bandingkan dengan saat ini, rata-rata usia harapan hidup sudah meningkat tajam (Burkey, 2006). Usia harapan hidup di Jepang adalah yang tertinggi, mencapai usia 80 tahun. Negara maju seperti Australia, Kanada, Swiss dan lainnya memiliki angka rata-rata harapan hidup yang mencapai 79 tahun (Kinsela, 2000). Saat usia rata-rata semakin tua, maka mulai muncullah akumulasi masalah kesehatan. Tidaklah mengherankan jika pada saat ini kejadian kehilangan pendengaran semakin sering terjadi.

Gangguan pendengaran akibat bising adalah tuli akibat terpapar bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama. Tuli ini merupakan jenis ketulian sensorineural yang paling banyak ditemui setelah presbiakusis. Sejalan dengan berkembangnya gaya hidup masyarakat, kejadian kehilangan pendengaran semakin banyak ditemukan. Selain paparan suara bising, ada banyak faktor lain yang menyebankan gangguan pendengaran seperti hipertensi, diabetes, obat-obatan, dan paparan substansi yang dapat merusak telinga merupakan penyebab dari berkurangnya pendengaran (Burkey, 2006). Lagi-lagi gaya hidup mempengaruhi berkembangnya keadaan-keadaan tersebut.

Bising lingkungan kerja merupakan masalah utama pada kesehatan kerja di berbagai negara. Sedikitnya 7 juta orang (35% dari populasi industri di Amerika dan Eropa) terpajan bising 85 dB atau lebih (Soetjipto, 2007). Di indonesia penelitian tentang gangguan pendengaran akibat bising telah banyak dilakukan. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Sundari (1994) yang menemukan 31,55% pekerja pabrik peleburan besi di Jakarta menderita tuli akibat bising dengan intensitas bising antara 85-105 dB, dengan masa kerja rata-rata 8,99 tahun (Soetjipto, 2007). Penelitian lain dilakukan oleh Lusianawaty (1998) yang menemukan bahwa 7 dari 22 pekerja (31,8%) di perusahaan kayu lapis Jawa Barat mengalami tuli akibat bising dengan intensitas bising lingkungan antara 84,9-108,2 dB (Soetjipto, 2007). Penelitian tentang gangguan pendengaran akibat bising ini tidak hanya dilakukan di tempat kerja, tetapi juga di lingkungan, seperti yang dilakukan oleh Hendarmin dan Hadjar tahun 1971, mendapatkan bising jalan raya (jl. M.H Thamrin, Jakarta) sebesar 95 dB lebih pada jam sibuk (Soetjipto, 2007).

Fakta bahwa paparan bising yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pendengaran mulai dikenali sejak abad kedelapan belas. Pada awal abad keduapuluh, gangguan pendengaran akibat bising ini dikenal dengan nama Boilermaker’s Deafness (Arts, 1999). Istilah ini muncul mungkin karena pada saat itu ketulian ini ditemukan pada para pekerja pabrik yang bising.

Jika kita tetap menginginkan untuk terus menikmati kualitas hidup sehat, maka menjaga alat indera terutama pendengaran adalah kuncinya. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan apa itu gangguan pendengaran akibat bising, patofisiologi, menegakkan diagnosis dan cara pencegahannya.

PATOFISIOLOGI
Sistem pendengaran adalah sebuah sistem yang kompleks. Sistem ini bergantung pada beberapa sistem lain untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Fungsi pendengaran normal bergantung pada mekanisme mekanik pada telinga tengah dan koklea, mikromekanik dan seluler dari organon corti, keseimbangan kimiawi dan lingkungan bioelektris telinga dalam, dan sistem saraf pusat beserta saraf penghubungnya yang bekerja dengan baik (Arts, 1999).

Sebagian besar paparan bising akan menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural sementara yang dapat pulih dalam 24 sampai 48 jam. Keadaan reversibel ini disebut sebagai kenaikan ambang dengar sementara atau Temporary Threshold Shift (TTS) (Arts, 1999). Apabila bising tersebut memiliki intensitas yang cukup tinggi atau waktu paparan yang cukup lama bahkan keduanya, maka akan terjadi kenaikan ambang dengar permanen, Permanent Threshold Shift (PTS) (Arts, 1999). Sedangkan trauma akustik adalah suatu paparan bising dalam tingkat yang berbahaya dimana akan mengakibatkan keadaan PTS tanpa melalui proses TTS dalam satu kali paparan (Arts, 1999).

Stadium dini dari tuli akibat paparan bising ditandai dengan kurva ambang pendengaran yang curam pada frekuensi diantara 3000 dan 6000 Hz, biasanya pertama kali muncul pada 4000 Hz. Pada fase dini ini penderita mungkin hanya mengeluh tinitus, suara yang teredam, rasa tidak nyaman di telinga, atau penurunan pendengaran yang temporer. Keluhan-keluhan ini dirasakan pada saat berada ditempat bising, atau sesaat setelah meninggalkan tempat bising. Keluhan kemudian akan berangsur menghilang setelah beberapa jam jauh dari lingkungan bising. Gangguan pendengaran biasanya tidak disadari sampai ambang pendengaran bunyi nada percakapan yaitu 500, 1000, 2000 dan 3000 Hz lebih dari 25 dB. Awal dan perkembangan tuli syaraf akibat bising lambat dan tidak jelas. Ketulian selalu bertipe sensorineural dan serupa baik kualitas maupun kuantitasnya pada kedua telinga. Secara otoskopik, membran timpani tampak normal (Fox, 1997).

Dobie, R.A (2001) dalam Head and Neck Surgery-Otolaryngology, menjelaskan bahwa GPAB mengakibatkan kerusakan pada organon corti. Didapatkan kesulitan dalam menemukan kelainan anatomis sehubungan dengan TTS, tetapi diyakini bahwa kelainan ini disebabkan oleh stereocilia dari sel rambut yang berkurang ketegangannya yang mengakibatkan turunnya respon terhadap rangsangan. Ketidakteraturan stereocilia ini dapat kembali normal dalam jangka waktu tertentu. Sejalan dengan meningkatnya intensitas dan durasi paparan bising, maka kerusakan akan semakin berat sampai akhirnya terjadi hilangnya stereocilia tersebut. Ketika stereocilia telah hilang, maka sel rambut sendiri akan mengalami kerusakan. Dengan bertambahnya paparan, maka sel rambut dan sel-sel pendukung dalam organon corti akan turut rusak. Selain itu juga dilaporkan adanya degenerasi syaraf pendengaran dan nukleus pendengaran.

Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa nada murni dengan frekuensi dan intensitas tinggi akan merusak struktur di ujung tengah basal (mid basal end) koklea dan frekuensi rendah akan merusak struktur dekat apeks koklea. Bising dengan spektrum lebar dan intensitas tinggi akan menyebabkan perubahan struktur di putaran basal pada daerah yang melayani nada 4000 Hz. Kerusakan ringan terdiri dari terputusnya dan degenerasi sel-sel rambut luar dan sel-sel penunjangnya. Kerusakan yang lebih berat menunjukkan adanya degenerasi, baik sel rambut luar maupun sel rambut dalam dan atau hilangnya seluruh organon corti (Fox, 1997).

Beberapa teori telah diajukan mengenai mengapa daerah yang melayani frekuensi 4000 Hz lebih rentan terhadap pemaparan bising. Teori yang paling populer adalah bahwa struktur anatomi di daerah tersebut lebih lemah. Kelemahan struktur anatomi tersebut adalah sebagai akibat ketajaman pendengaran dan spektrum dari stimulus suara. Didapatkan bahwa ketulian yang paling dini terjadi pada sekitar satu sampai satu setengah oktaf diatas skala frekuensi nada stimulator. Karena ambang pendengaran lebih peka pada nada diantara 1000 dan 3000 Hz, beralasan untuk menduga bahwa bising industri, karena spektrumnya, akan menyebabkan kerusakan paling dini pada frekuensi antara 3000 sampai 4000 Hz (Fox, 1997).

Besarnya gangguan pendengaran yang didapat tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas bising dan durasi paparan tetapi juga karakter dari bising tersebut (spektrum frekuensi dan pola waktu). Paparan terhadap nada murni atau bising dengan spektrum frekuensi yang sempit menyebabkan gangguan pendengaran terbesar. Gangguan pendengaran tersebut terjadi pada kira-kira satu setengah oktaf diatas frekuensi suara dengan energi terbesar. Alasan dibalik pergeseran satu setengah oktaf ini paling mungkin adalah dari jarak pergeseran maksimal membran basilar terhadap dasar koklea saat adanya peningkatan intensitas suara (Moller, 2006).

Selain bervariasinya kondisi paparan, ada beberapa hal yang menyebabkan bervariasinya kejadian GPAB pada paparan bising yang sama. Selain oleh paparan bising, GPAB juga dipengaruhi oleh beberapa variabilitas meliputi perbedaan genetis, usia, jenis kelamin, warna kulit, perbedaan jalur konduksi suara (telinga luar dan telinga tengah), suplai darah, dan inervasi koklea.

DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik termasuk otoskopi, dan pemeriksaan penunjang seperti audiometri. Pada anamnesis ditemukan adanya tanda pernah berada di tempat dengan bising tinggi dalam jangka waktu lama atau intensitas tinggi. Bising intensitas tinggi tidak hanya didapat dari tempat bekerja, tetapi dapat juga didapat di lingkungan tempat tinggal sehari-hari, contohnya riwayat penggunaan pemutar musik yang berlebihan, aktifitas ke pusat hiburan yang terlalu sering, berada di lalu lintas padat dalam jangka waktu lama dan lain-lain.

Pada pemeriksaan otoskopi biasanya tidak ditemukan adanya kelainan. Pemeriksaan audiologi didapatkan tanda-tanda tuli sensori neural pada tes penala. Pemeriksaan audiometri nada murni didapatkan tuli sensorineural pada frekuensi antara 3000-6000 Hz dan pada frekuensi 4000 Hz sering didapatkan takik (notch) yang patognomonik untuk jenis ketulian ini (Soetirto, 2006).

Pemeriksaan audiologi khusus seperti SISI (Short Increment Sensitivity Index), ABLB (Alternate Binaural loudness balance), MLB (monoaural Loudness Balance), audiometri tutur, hasil menunjukkan adanya fenomena rekrutmen yang patognomonik untuk tuli saraf koklea. Rekrutmen adalah suatu fenomena dimana telinga yang tuli menjadi lebih sensitif terhadap kenaikan intensitas bunyi yang kecil pada frekuensi tertentu setelah melewati ambang dengarnya (Soetirto, 2006). Sebagai contoh, orang yang pendengarannya normal tidak dapat mendeteksi kenaikan intensitas bunyi sebesar 1 dB bila sedang mendengarkan bunyi nada murni yang kontinyu, sedangkan bila ada rekrutmen maka akan dapat mendeteksi kenaikan bunyi tersebut.

PENCEGAHAN GPAB
Untuk mengurangi angka terjadinya GPAB, diperlukan usaha-usaha baik secara promotif preventif dan rehabilitatif. Dalam mengupayakan usaha tersebut diperlukan kerjasama yang baik dari masyarakat dan pemerintah melalui tenaga kesehatan.

Tindakan pencegahan merupakan hal paling bijak yang dapat kita lakukan dalam menghadapi masalah GPAB ini. Sejalan dengan ini, Departemen Tenaga Kerja berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor: KEP-51/MEN/1999 telah menentukan batas paparan suara bising yang diperkenankan.

GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT BISING
Dengan dikeluarkannya peraturan, pemerintah berusaha melindungi masyarakatnya yang bekerja ditempat bising. Perlindungan tersebut diwujudkan dengan pengaturan jam kerja sesuai dengan paparan bising yang didapat oleh pekerja.

Pembatasan pemaparan bising dapat dilakukan dengan mengontrol lingkungan mesin atau perlindungan diri pekerja yang terpapar. Program konservasi pendengaran yang ideal adalah dapat mengurangi atau menghilangkan bising yang berbahaya tepat pada sumbernya (Fox, 1997). Sayangnya kondisi ideal ini sukar dicapai ditinjau dari pengaturan teknis dan ekonomi. Apabila pengontrolan sumber bising tersebut masih tetap mebahayakan, maka dapat diberikan Alat Pelindung Diri (APD) pekerja berupa sumbat telinga (Fox, 1997).

Usaha-usaha diatas merupakan pencegahan terjadinya GPAB di tempat kerja, yang disebut dengan Occupational Hearing Loss. Tetapi ada yang tidak kalah pentingnya yaitu tindakan pencegahan GPAB diluar lingkungan kerja, yang disebut dengan non-Occupational Hearing Loss.

Komnas PGPKT (Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian) telah melakukan penelitian menggunakan sound level meter di 10 kota besar Indonesia pada tempat bermain anak, balita dan remaja. Hasilnya sangat mengejutkan dimana tingkat kebisingan di area tersebut mencapai 90-97,9 dB. Komisi ini juga mengukur pemutar musik portabel, dimana didapatkan angka 80 dB pada volume suara 50-60% (Husni, 2001). Sumber-sumber bising ini rupanya belum mendapat perhatian lebih sehingga belum ada peraturan yang mengikatnya. Padahal sumber bising ini tidak kalah berbahaya dibanding dengan kebisingan di tempat kerja, baik dari segi intensitas bising dan durasi paparan yang sulit terkontrol.

Untuk dapat menghindari terjadinya ketulian akibat bising terutama diluar lingkungan kerja ini perlu kiranya kita mendorong pemerintah melalui dinas terkait untuk membuat peraturan tentang ‘Intensitas Bising’ yang diijinkan di tempat hiburan, arena bermain anak, dan pengontrolan penggunaan alat musik digital dan lain-lain (Husni, 2001).

Selain itu kontrol orang tua terhadap anaknya juga tidak kalah pentingnya. Kontrol ini diperlukan sebagai benteng keluarga, sementara pemerintah membuat peraturan yang melindungi masyarakat dari paparan bising diluar tempat kerja. Orangtua hendaknya memberikan arahan tentang penggunaan alat pemutar musik kepada anaknya, dengan tidak memutar volume melebihi 50%. Proteksi juga dilakukan dengan membatasi waktu kunjungan anak ke pusat perbelanjaan dan arena bermain anak. Karena tempat-tempat tersebut berdasarkan penelitian memiliki intensitas bunyi sebesar 90-97 dB, sehingga kita tidak boleh lebih dari satu jam disana.

DAFTAR PUSTAKA
  • Arts, A. H., 1999. Differential Diagnosis of Sensorineural Hearing Loss. Dalam: Cummings, C. W., Otolaryngology Head and Neck Surgery. Edisi ke-3. Mosby-Year Book, St Louis-Toronto.
  • Bunde, Y. E., 2012. Bising Mengepung. http://ketulian.com/v1/web/index.php?to=article&id=36. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2012.
  • Burkey, J. M., 2006. Baby Boomers and Hearing Loss: A Guide to Prevention and Care. Rutgers University Press, New Brunswick-London.
  • Fox, M. S., 1997. Pemaparan Bising Industri dan Kurang Pendengaran. Dalam: Ballenger, J. J., Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher. Jilid dua. Alih bahasa: Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Binarupa Aksara, Jakarta.
  • Dobie, A. R., 2001. Noice-Induce Hearing Loss. Dalam: Byron, J. B., Healy, G. B., Johnson, J. T., Jackler, R. K., Calhoun, K. H., Pillsbury III, H. C., Tardy Jr, M. E., Head an Neck Surgery – Otolaryngology. Edisi ke-3. Lippincott Milliams & Wilkins, Milwaukee.
  • Husni, T., 2011. Waspadai bising. http://www.ccde.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=458:waspadai-bising&catid=21:sehati&Itemid=28. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2012
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja., 1999. Nomor: KEP-51/MEN/1999. Tentang. Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja.
  • Kinsela, K., Suzman, R., Robine, J. M., Myers, G., 2000. Demography of Older Population in Developed Countries. Dalam: Evans, J. G., Williams, T. F., Oxford Textbook of Geriatric Medicine. Edisi ke-2. Oxford University Press, Boston.
  • Moller, A. R., 2006. Hearing: Anatomy, Phisiology and Disorders of Auditory System. Edisi ke-2. Elsevier, Amsterdam-Tokyo, 219-226
  • Soetirto, I., Bashirudin, J., 2006. Tuli Akibat Bising (Noise Induced Hearing Loss). Dalam: Soepardi, E.A., Iskandar, N., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. Edisi ke Lima. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
  • Soetjipto, D., 2007. Gangguan Pendengaran Akibat Bising/ GPAB. http://ketulian.com/v1/web/index.php?to=article&id=15. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2012.
Sumber : http://medicine.uii.ac.id/index.php/Artikel/Gangguan-Pendengaran-Akibat-Bising.html

Download File Gangguan Pendengaran Akibat Bising dalam bentuk PDF disini
readmore »»  

Arsip Blog