Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2014

Inilah 5 Media Sosial yang Lebih Oke dari Facebook

INFO BOS - Baru beberapa waktu lalu, secara tak sengaja saya membuka akun Facebook dan mendapati beberapa nama tinggallah kotak kosong saja. Ya, banyak orang sekarang menonaktifkan akun Facebook mereka! Apapun alasannya, sudah terlihat kalau Facebook bukan lagi akun bergaul nomor satu. Jika tak percaya, silahkan lihat di-timeline Facebook Anda, apakah masih ada teman-teman yang meng-update status terbaru mereka – karena bisa jadi itu hanya terjadi pada list teman-teman saya.

Inilah 5 Media Sosial yang Lebih Oke dari Facebook

Itu tak berarti mereka yang sudah tak aktif Facebook benar-benar angkat kaki dari dunia maya, khususnya dunia media sosial di internet. Jadi?

Usut punya usut, mereka hanya beralih saja ke media sosial lain. Path jadi salah satunya. Tapi kalau Anda merasa ogah ber-Path-ria karena sebagian besar sahamnya dimiliki konglomerat tak menawan itu, berikut sederet media sosial lain yang dipercaya lebih oke, efektif dan menyenangkan. Setidaknya demikian lansiran dari Men’s Health.

Inilah 5 Media Sosial yang Lebih Oke dari Facebook
Care2
Care2 - Media Sosial yang Lebih Oke dari Facebook
Ini media sosial yang wajib dimiliki mereka yang menginginkan perubahan sosial terjadi. Jejaring sosial ini mengumpulkan orang-orang yang berjuang membasmi suatu masalah sosial yang terjadi dalam rupa petisi. Misal, masalah hak azasi manusia, perubahan global lingkungan dan kebijakan-kebijakan politik yang sehat. Jumlah penggunanya sudah mencapai 20 juta kepala. Jelas ini sangat cocok jika Anda punya jeritan hati nurani yang sudah lama terpendam!

Medium
Medium - Media Sosial yang Lebih Oke dari Facebook
Jejaring sosial ini sangat pantas dimiliki para penulis dan mereka yang suka membaca. Disini Anda bisa membagi berbagai konten. Baik itu konten pendek, satu buah kalimat tajam atau videoklip berdurasi dua menit yang terhubung ke berita aktual yang tengah terjadi. Medium juga bisa menampung tulisan atau artikel Anda yang bisa dikategorikan tersendiri. Dengan kata lain, Medium bergerak seperti blog pribadi.

Instructables
Instructables - Media Sosial yang Lebih Oke dari Facebook
Media sosial ini cocok diikuti mereka yang suka bergulat dengan pekerjaan rumah – alias konstruksi rumah dan bangunan. Jadi Anda bisa menemui mereka yang jago memperbaiki tetek-bengek renovasi rumah atau kantor dimanapun juga. Bisa jadi media sosial ini belum terlalu merakyat di sini, tapi setidaknya Anda bisa tahu perkembangan dunia home repairs baik itu biaya perbaikan maupun durasi pengerjaannya!

Foodie
Foodie - Media Sosial yang Lebih Oke dari Facebook
Jejaring sosial yang oke untuk mereka yang doyan masak dan menikmati makanan atau suka melihat cara memasak menu apapun. Sudah pasti Foodie akan dipenuhi banyak tukang masak dan para chef atau mereka yang suka memasak. Bukan apa-apa, berbagai menu dan resep makanan pastinya beredar di sini dengan membabi-buta! Perut pun semakin laparrrr…

Instagram
Instagram - Media Sosial yang Lebih Oke dari Facebook
Well, media sosial ini sudah tak asing lagi. Pada dasarnya media ini diperuntukkan untuk mereka yang suka dengan fotografi alias fotografer, tapi sejalan dengan waktu justru banyak orang awam yang menggunakannya. Terima kasih kepada sederet aplikasi foto di dunia android dan iOS! Semua orang pun bisa jadi fotografer dan model dadakan … Positifnya, orang jadi tahu mana foto yang artistik dan mana foto yang narsistik.

Sumber: https://popular-world.com/control/ArticleDetail?compartmentId=Spotlight&articleId=21383
readmore »»  

Selasa, 25 Maret 2014

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

INFO BOS - Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet. Bila anda menemukan atau melihat sebuah akun Facebook, Twitter atau Google Plus yang foto Profilenya adalah Foto Cewek Cantik Manis dan semuanya hampir sama satu sama lain, kemungkinan besar itu adalah Foto Duplikat atau Foto Hasil dari pencarian di Internet. Pemilik akun situs jejaring sosial tersebut membuat itu hanya bertujuan agar bisa mempromosikan produk atau jasa yang dia kelola. Meskipun tidak sedikit ada yang memanfaatkannya untuk menipu sebagian orang. So... berhati-hatilah.

Dengan menggunakan Foto Cewek Cantik Manis dan Seksi, akan dengan mudah mencari pertemanan di situs jejaring sosial. Info Bos sendiri belum menemukan siapa sebenarnya sosok asli dari Foto Cewek Cantik dan Manis tersebut.

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Sebagai salah satu contohnya adalah di bawah ini. Foto Cewek Cantik dan Manis ini Info Bos peroleh dari hasil mesin pencari Google Image. Silahkan lihat di bawah ini.

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet

Bagaimana menurut anda sekalian! Masih tergoda dengan Foto Cewek Cantik Manis di atas? Semua tergantung dan terserah anda. Demikian tulisan singkat mengenai "Inilah Foto Cewek Cantik Manis Yang Banyak Beredar di Internet". Semoga bermanfaat. [Info Bos]
readmore »»  

Kamis, 20 Maret 2014

Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook

INFO BOS - Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook. Maaf... Untuk membaca artikel dan melihat foto ini anda harus sudah berumur 18 tahun ke atas. Masalahnya ini bisa dikatakan konten dewasa, tapi ini bukanlah Cerita Dewasa yang biasa anda cari-cari di mesin pencari.

Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook (Bukan Cerita Dewasa)
Inilah yang bisa kita temukan di beberapa situs jejaring sosial saat ini. Para Wanita, baik yang masih ABG (Anak Baru Gede) maupun Tante (sebutan para wanita setengah tua), rela dan bangga memperlihatkan aurat tubuhnya yang hanya dibalut pakaian dalam saja (Bra dan Celana Dalam). Tidak tahu apa maksud dan tujuannya. Tapi itulah kenyataan yang ada. Dan biasanya disebut FOTO NARSIS. Biasa terterulis seperti "Lagi Narsis nih...." dan lain-lainnya.

Ada juga yang diperankan olhe Model. Baik itu Model Amatiran maupun Model Profesional. Bila Model pasti tujuannya adalah untuk mempromosikan dirinya. Tapi masalahnya kenapa mesti hanya memakai BRA dan Celana Dalam saja yah? Itulah yang menjadi pertanyaannya.

Sebagai contohnya adalah anda bisa lihat beberapa Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook di bawah ini.

Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook (Bukan Cerita Dewasa)

Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook (Bukan Cerita Dewasa)

Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook (Bukan Cerita Dewasa)

Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook (Bukan Cerita Dewasa)

Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook (Bukan Cerita Dewasa)

Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook (Bukan Cerita Dewasa)

Bagaimana menurut anda semua mengenai "Foto Narsis ABG dan Tante Pamer Bra dan Celana Dalam di Facebook" di atas. Tentunya anda punya pandangan lain. Silahkan anda berkomentar yah. [Info Bos]

Sumber Foto: Facebook
readmore »»  

Kamis, 13 Maret 2014

Kesal, Pendiri Facebook Telepon Presiden Obama

INFO BOS - Kesal, Pendiri Facebook Telepon Presiden Obama. Manuver-manuver yang dilakukan lembaga sandi negara Amerika Serikat, NSA (National Security Agency), ternyata membuat CEO Facebook Mark Zuckerberg gerah.


Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg
Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg - Foto: Jim Watson/AFP/Kompas.com


Kesal, Pendiri Facebook Telepon Presiden Obama
Karena itu, pada Kamis (13/3/2014), Zuckerberg dikabarkan mengadu "kenakalan" NSA tersebut langsung ke Presiden Amerika Serikat Barack Obama melalui telepon.

Bukan rahasia lagi jika Zuckerberg menganggap NSA sudah kelewatan dalam hal praktik pengintaian data. "Saya telah menelepon Presiden Obama untuk mengungkapkan rasa frustrasi saya. Pemerintah telah merusak masa depan," tulis Zuckerberg dalam kolom update status di akun Facebook resminya.

Menurut Cnet, update status Zuckerberg tersebut muncul setelah Edward Snowden mengungkapkan dokumen yang membongkar praktik NSA yang ternyata menggunakan Facebook sebagai perantara menyebarkan malware pengintainya.

NSA bahkan membuat tiruan server Facebook untuk menginfeksi komputer incarannya yang ingin dimata-matai.

Facebook dikatakan Zuckerberg telah berupaya mengidentifikasi kelemahan di jaringan miliknya dan layanan lain sebagai upaya menciptakan jaringan internet yang kuat. Namun, upaya Zuckerberg tersebut seolah menjadi sia-sia setelah mengetahui bahwa Pemerintah AS justru bertindak yang sebaliknya.

"Saya jadi bingung dan frustrasi setelah banyak laporan mengenai perilaku Pemerintah AS, developer kami sudah capek-capek meningkatkan keamanan, kami membayangkan bisa melindungi Anda dari para kriminal, namun bukan dari pemerintah kita sendiri," demikian keluh Zuckerberg.

Sebelumnya, Zuckerberg juga sudah mengungkapkan kekesalannya terhadap NSA pada Februari 2014 lalu. Saat itu, Zuckerberg mengatakan, usaha Facebook menghubungkan lebih banyak manusia dengan internet akan sulit terwujud karena perilaku NSA.

Di akhir tulisannya, Zuckerberg sendiri pun mengungkapkan pesimismenya. Ia merasa reformasi yang ia inginkan di tubuh Pemerintah AS masih akan membutuhkan waktu lama.

Berikut tulisan lengkap Zuckerberg di halaman Facebook resminya.

Sumber: Kompas.com
readmore »»  

Kamis, 20 Februari 2014

CEO WhatsApp, dari Tukang Sapu Jadi Miliarder

INFO BOS - CEO WhatsApp, dari Tukang Sapu Jadi Miliarder. Pada 1992, Jan Koum yang berusia 16 tahun tiba di Mountain View, Amerika Serikat. Didampingi oleh ibunya, Koum adalah imigran yang memutuskan hijrah dari Kiev, Ukraina, dengan mimpi meraih kehidupan yang lebih baik.

Pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum
Pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum (Foto: tech2ipo.com / Kompas.com)

Di AS, mereka mengalami masa-masa sulit. Keluarga Koum tinggal di apartemen kecil dengan dua kamar tidur hasil bantuan pemerintah. Mereka terpaksa bergantung pada jaminan sosial dan mengantre kupon makanan karena tak punya uang.

Koum pun bekerja sebagai tukang sapu di sebuah toko untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara ibunya mengambil profesi baru sebagai baby sitter.

Ayah Koum tak ikut bermigrasi. Pria yang bekerja di sektor konstruksi ini memilih tinggal di Ukraina. Begitu terpisah, Koum mengaku sulit menghubungi sang ayah karena mahalnya biaya telepon. "Jika saja ketika itu saya sudah bisa berkirim pesan instan ke ayah…" ujar Koum berandai-andai dalam wawancara dengan Wired.

Bersekolah

Saat masih tinggal di Ukraina, keluarga Koum hidup di sebuah desa di luar ibu kota Kiev. Dia pergi menuntut ilmu di sebuah sekolah yang keadaannya begitu memprihatinkan sampai-sampai tak punya kamar kecil.

"Bayangkan suhu di luar -20 derajat celsius, anak-anak harus berlari menyeberangi lapangan untuk ke kamar kecil… Saya baru punya komputer saat umur 19 tahun, tetapi pernah memiliki sempoa," kenang Koum. Sesampainya di rumah, Koum kecil terpaksa bergelap-gelap karena tak ada sambungan listrik ataupun air panas.

Begitu pindah ke Amerika dan mulai bersekolah di sana, keluarga Koum adalah satu-satunya di kelas yang tidak memiliki mobil. Jadilah Koum terpaksa bangun lebih pagi untuk mengejar bus. Sang ibu menjejali koper yang dibawa dari negeri asal dengan pulpen dan buku tulis cetakan Uni Soviet untuk menghemat biaya peralatan sekolah.

Datang dari negeri seberang, Koum ketika itu tak pandai berbahasa Inggris. Koum beberapa kali terlibat masalah karena "membalas anak lain yang mengganggu". Untung, dia terbantu dengan postur badan yang tinggi menjulang mencapai 188 cm. "Hidup di Ukraina tak mudah dan membuat saya tangguh secara fisik dan mental," katanya lagi.

Koum kemudian masuk kuliah, mempelajari ilmu komputer dan matematika, tetapi tidak sampai selesai. "Prestasi saya buruk, ditambah lagi degan rasa bosan."

Duo pendiri WhatsApp Jan Koum (kiri) dan Brian Acton
Duo pendiri WhatsApp Jan Koum (kiri) dan Brian Acton (Foto: Jim Goetz / Sequoia Capital / Kompas.com)


Maka, dia pun memutuskan drop out, lalu mulai bekerja sebagai pembungkus barang belanjaan di supermarket, setelah itu di toko elektronik, ISP, hingga perusahaan audit. Sampai kemudian pada 1997 Koum bertemu dengan Brian Acton dari Yahoo!. Enam bulan setelahnya, Koum mulai bekerja di Yahoo!.

Mendirikan WhatsApp

Koum menjalin persahabatan dengan Acton, yang banyak membantu Koum ketika sempat hidup sebatang kara setelah ibunya meninggal pada tahun 2000. Sang ayah telah lebih dulu wafat pada 1997. "Dia (Acton) sering mengajak saya ke rumahnya," tutur Koum.

Menghabiskan sembilan tahun bekerja di Yahoo!, termasuk Yahoo! Shopping, Koum merasa tidak nyaman dengan banyaknya iklan yang harus diurus dan bertebaran di mana-mana.

"Selalu ada perdebatan untuk menempatkan lebih banyak lagi iklan dan logo di laman situs. Apa urusan pengguna dengan itu semua? Saya jadi tak nyaman. Iklan bukan satu-satunya solusi monetisasi untuk semua orang. Sebuah layanan harus benar-benar berupa layanan murni, pelanggan adalah pengguna," ujar Koum.

Acton rupanya merasakan hal serupa. Koum dan Acton kemudian memutuskan keluar dari Yahoo! pada hari yang sama, yaitu 31 Oktober 2007. Koum ketika itu berusia 31 tahun dan telah mengumpulkan uang untuk memulai bisnisnya sendiri. Dia bertekad bahwa bisnisnya ini tak akan direcoki oleh iklan yang mengganggu.

Koum dan Acton pisah jalan, tetapi masih sering bertemu untuk mendiskusikan rencana bisnis. Keduanya sempat mencoba melamar di Facebook dan sama-sama ditolak.
Secarik kertas berisi motto WhatsApp yang ditulis tangan oleh Brian Acton menghiasi ruang kantor Jan Koum
Secarik kertas berisi motto WhatsApp yang ditulis tangan oleh Brian Acton menghiasi ruang kantor Jan Koum (Foto: Jim Goetz / Sequoia Capital / Kompas.com)
Pada 2009, setelah membeli sebuah iPhone, Koum menyadari bahwa toko aplikasi App Store yang baru berumur tujuh bulan akan melahirkan industri baru yang berisi pengembang-pengembang aplikasi.

Koum mendapat ide untuk membuat aplikasi yang bisa menampilkan update status seseorang di daftar kontak ponsel, misalnya ketika hampir kehabisan baterai atau sedang sibuk.

Nama yang muncul di benak Koum adalah "WhatsApp" karena terdengar mirip dengan kalimat "what's up" yang biasa dipakai untuk menanyakan kabar.

Dia pun mewujudkan ide ini dengan dibantu oleh Alex Fishman, seorang teman asal Rusia yang dekat dengan komunitas Rusia di kota San Jose. Pada 24 Februari 2009, dia mendirikan perusahaan WhatsApp Inc di California.

Tumbuh besar

WhatsApp versi pertama benar-benar dipakai sekadar untuk update status di ponsel. Pemakainya kebanyakan hanya teman-teman Koum dari Rusia. "Lalu, pada suatu ketika, ia berubah fungsi jadi aplikasi pesan instan. Kami mulai memakainya untuk menanyakan kabar masing-masing dan menjawabnya," ucap Fishman, sebagaimana dikutip oleh Forbes.

Koum pun tersadar bahwa dia secara tak sengaja telah menciptakan layanan pengiriman pesan. "Bisa berkirim pesan ke orang di belahan dunia lain secara instan, dengan perangkat yang selalu Anda bawa, adalah hal yang luar biasa," kata Koum.

Ketika itu, satu-satunya layanan messaging gratis lain yang tersedia adalah BlackBerry Messenger. Namun, aplikasi ini hanya bisa digunakan di ponsel BlackBerry. Google G-Talk dan Skype juga ada, tetapi WhatsApp menawarkan keunikan tersendiri di mana mekanisme login dilakukan melalui nomer ponsel pengguna.

Koum merilis WhatsApp versi 2.0 dengan komponen messaging. Jumlah pengguna aktifnya langsung melonjak jadi 250.000 orang. Dia kemudian menemui Acton yang masih menganggur. Acton bargabung dengan WhatsApp dan membantu mencarikan modal dari teman-teman eks-Yahoo!.

Kendati sempat mengalami kesulitan keuangan, WhatsApp terus tumbuh dan mulai menghasilkan pendapatan dari biaya langganan yang ditarik dari pengguna.

Kini, WhatsApp telah menjelma jadi layanan pesan instan terbesar dengan jumlah pengguna aktif per bulan mencapai 450 juta. Setiap hari, sebanyak 18 miliar pesan dikirim melalui jaringannya. Semua itu ditangani dengan jumlah karyawan hanya 50 orang.

Warisan Soviet

Pengalaman hidup Koum ternyata punya pengaruh besar dalam membentuk layanan WhatsApp. Pria ini menghabiskan masa kecil di Ukraina yang masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Di negeri tersebut, percakapan warga selalu dimata-matai oleh pemerintah. "Itulah tempat yang saya tinggalkan untuk menuju ke sini (AS), di mana ada demokrasi dan kebebasan berbicara," ujar Koum.

Sehubungan dengan kemungkinan penyadapan oleh NSA, Koum mengatakan bahwa privasi pengguna WhatsApp sangat dijaga. Berbeda dengan perusahaan-perusahaan semacam Facebook dan Yahoo!, Koum mengatakan bahwa WhatsApp tak didorong oleh iklan. "Jadi, kami tak perlu mengumpulkan data pribadi pengguna," katanya.

Soal kebebasan dari iklan ini ternyata juga ada hubungannya dengan masa lalu Koum.

"Tak ada yang lebih personal dari komunikasi yang Anda lakukan dengan teman dan keluarga, dan menginterupsi itu semua dengan iklan bukanlah solusi yang tepat," ujar Koum. "Lagi pula, saya tumbuh di sebuah dunia yang tidak mengenal iklan. Tak ada iklan di Uni Soviet yang komunis," imbuhnya.


Brian Acton (kiri), Jan Koum (tengah) dan Jim Goetz dari Sequoia Capital berfoto di depan bekas kantor Dinas Sosial North County usai meneken perjanjian dengan Facebook
Brian Acton (kiri), Jan Koum (tengah) dan Jim Goetz dari Sequoia Capital berfoto di depan bekas kantor Dinas Sosial North County usai meneken perjanjian dengan Facebook (Foto: Jan Koum / Kompas.com)


Sejak dulu, Koum dan Acton selalu konsisten menjaga layanan perusahaan itu agar tetap sederhana dan berfokus pada pengiriman pesan serta bebas iklan.

Sikap ini tecermin dari secarik kertas di ruang kantor Koum, berisikan semboyan singkat yang ditulis oleh Acton: "Tanpa Iklan! Tanpa Permainan! Tanpa Gimmick!". Di sampingnya tergeletak sepasang walkie-talkie yang dipakai Koum untuk mencari tahu bagaimana caranya menyederhanakan pesan instan berbasis suara.

Kini, WhatsApp telah dibeli Facebook dengan nilai 19 miliar dollar AS. Kekayaan Koum yang memiliki 45 persen saham WhatsApp diperkirakan melonjak jadi 6,8 miliar dollar AS.

Kendati demikian, dia tak melupakan masa lalu. Koum menandatangani perjanjian bernilai triliunan rupiah dengan Facebook itu di depan bekas kantor Dinas Sosial North County, Mountain View, tempat dia dulu mengantre kupon makanan untuk warga kurang mampu.

Sumber: Kompas.com
readmore »»  

Facebook dan WhatsApp "Jadian" Saat Valentine

INFO BOS - Facebook dan WhatsApp "Jadian" Saat Valentine. Selain hubungan pertemanan antara para pendiri kedua perusahaan, kisah akuisisi Facebook atas WhatsApp dengan nilai yang amat tinggi ternyata tak dapat dipisahkan dari sebuah toko roti dan hari valentine.


Facebook dan WhatsApp "Jadian" Saat Valentine
Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg - Foto: Kimihiro Hoshino/AFP/Kompas.com


Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, telah berteman dengan pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum, sejak dua tahun lalu. Zuckerberg-lah yang pertama kali mengundang Koum untuk berbincang sambil minum kopi di sebuah toko roti di Los Altos, California, Amerika Serikat. Saat itu adalah musim semi tahun 2012.

Seorang yang mengetahui sejarah itu mengatakan kepada Bloomberg, pembicaraan antar-keduanya berlangsung selama lebih dari dua jam.

Sejak saat itu, keduanya menjadi teman yang cukup akrab. Mereka sering bertemu untuk makan malam atau sekadar berjalan bersama mengelilingi kota.

Hingga pada 9 Februari 2014, Koum berkunjung ke rumah Zuckerberg, di Palo Alto, California, untuk makan malam. Kala itu mereka membicarakan kemungkinan WhatsApp untuk bergabung dalam www.internet.org, sebuah gerakan kampanye yang digagas Facebook dan perusahaan teknologi lain agar semakin banyak orang yang terhubung dengan internet dari perangkat mobile.

Sumber Bloomberg mengatakan, ini adalah momentum bersejarah karena dari sinilah Zuckerberg melontarkan niatnya untuk membeli WhatsApp.

Koum tidak langsung menerima keinginan Facebook. Ia meminta waktu untuk berpikir.

Lima hari kemudian, tepat pada hari valentine, tanggal 14 Februari 2014, Koum kembali ke sana saat Zuckerberg sedang makan malam dengan istrinya, Priscilla Chan.

Mereka kemudian menegosiasikan harga, yang tentu saja disesuaikan dengan nilai perusahaan WhatsApp saat ini.

Hingga akhirnya, pada Rabu (19/2/2014), Facebook mengumumkan akan mengakuisisi WhatsApp senilai 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 223 triliun.

Pembayaran tersebut tidak sepenuhnya berupa uang tunai. Facebook akan menggelontorkan dana sebesar 16 miliar dollar AS, yang terdiri dari 12 miliar dollar AS saham Facebook dan 4 miliar dollar AS dalam bentuk uang tunai.

Facebook juga memberi 3 miliar dollar AS saham terbatas untuk pendiri dan karyawan WhatsApp yang akan diberikan selama empat tahun setelah akuisisi tersebut selesai.

Bagi Facebook, ini merupakan nilai akuisisi terbesar, setelah mereka mengakuisisi Instagram pada April 2012 senilai 1 miliar dollar AS.

WhatsApp didirikan pada 2009 silam oleh Jan Koum dan Brian Acton. Keduanya adalah mantan karyawan Yahoo. Hingga Desember 2013, WhatsApp memiliki 50 karyawan, sebanyak 25 orang di antaranya merupakan teknisi, sementara 20 lagi menangani dukungan multibahasa untuk pengguna.

WhatsApp sendiri menghasilkan uang dengan menarik bayaran sebesar 0,99 dollar AS selama setahun untuk setiap pengguna. Mereka punya prinsip untuk tidak menampilkan iklan atau fitur lain yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna. Dalam mengembangkan bisnis, WhatsApp punya filosofi anti-iklan, bahkan perusahaan itu memiliki manifesto menentang iklan.

WhatsApp diinvestasi oleh perusahaan pemodal Sequoia Capital sebesar 8 juta dollar AS pada awal 2011. Sejak saat itu, WhatsApp tidak membuka investasi tahap baru karena mereka mampu menghasilkan uang dari layanannya.

Sumber: Kompas.com
readmore »»  

Rabu, 19 Februari 2014

Pendiri WhatsApp: Lamaran Kerja Saya Ditolak Facebook

INFO BOS - Pendiri WhatsApp: Lamaran Kerja Saya Ditolak Facebook. Salah seorang pendiri WhatsApp, Brian Acton, ternyata sempat ditolak dalam hal lamaran pekerjaan oleh Facebook pada 2009 silam.


Pendiri WhatsApp: Lamaran Kerja Saya Ditolak Facebook
CEO WhatsApp, Jan Koum - Foto: Apple Insider / Kompas.com


Empat tahun setelah Facebook menolak lamaran kerjanya, justru Acton kini menjual perusahaannya kepada Facebook dengan harga yang sangat fantastis, 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 223 triliun).

Nilai ini termasuk 3 miliar dollar AS dalam bentuk saham yang diberikan kepada Acton dan karyawan WhatsApp dalam jangka empat tahun.

Kisah Acton menjadi inspirasi tentang penolakan, kerja keras, dan kewirausahaan. Saat ditolak oleh Facebook, ia bahkan berkicau di media sosial Twitter. Namun, dengan optimistis, ia berkata akan memulai "petualangan berikutnya dalam hidup".
Pendiri WhatsApp: Lamaran Kerja Saya Ditolak Facebook
"Facebook menolak saya. Ini adalah kesempatan besar untuk berhubungan beberapa orang yang fantastis. Menanti untuk petualangan berikutnya dalam hidup," tulis Acton pada 4 Agustus 2009.
Acton, yang merupakan lulusan ilmu komputer di Stanford University, sebelumnya pernah bekerja di Apple dan Adobe. Sejak 1996, ia bekerja untuk Yahoo! hingga Oktober 2007. Jabatan terakhirnya di Yahoo! adalah vice president of engineering.

Pada tahun saat ia ditolak oleh Facebook, Acton mulai membangun aplikasi WhatsApp bersama Jan Koum di Mountain View, California, AS. Koum juga merupakan mantan karyawan Yahoo!. Di tahun itu pula, TheNextWeb melaporkan bahwa Acton juga ditolak oleh Twitter.

Dua perusahaan jejaring sosial internet terbesar di dunia, Facebook dan Twitter, telah melewatkan kesempatan emas dengan menolak Acton, yang punya bakat luar biasa dalam hal pemrograman.

Nama WhatsApp begitu cepat populer, menjadi aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan, dengan 430 juta pengguna aktif pada Januari 2014.

Jumlah pesan yang diproses juga meningkat menjadi lebih dari 50 miliar pesan per hari, dari sekitar 27 juta per hari yang terekam pada Juni 2013. Angka itu disebut-sebut sudah melebihi jumlah SMS yang beredar di seluruh dunia sehingga WhatsApp dianggap sebagai salah satu penyebab menurunnya pertumbuhan SMS di dunia.

Meski basis penggunanya tumbuh besar, WhatsApp tetap mempertahankan mentalitas perusahaan rintisan (startup). Perusahaan ini hanya memiliki 50 pegawai. Sebanyak 25 orang merupakan teknisi, sementara 20 lagi menangani dukungan multibahasa untuk pengguna.

Acton dan Koum punya prinsip kuat untuk tidak menampilkan iklan dalam layanan mereka. Dalam mengembangkan bisnis, WhatsApp punya filosofi anti-iklan, bahkan perusahaan itu memiliki manifesto menentang iklan.

WhatsApp sendiri menghasilkan uang dengan menarik bayaran sebesar 0,99 dollar AS selama setahun untuk setiap pengguna.

WhatsApp diinvestasi oleh perusahaan pemodal Sequoia Capital sebesar 8 juta dollar AS pada awal 2011. Sejak saat itu, WhatsApp tidak membuka investasi tahap baru karena mereka mampu menghasilkan uang dari layanannya, mampu menopang biaya operasional perusahaan, hingga akhirnya Facebook "jatuh cinta" dan meminangnya.


Sumber: Kompas.com
readmore »»  

Facebook Beli WhatsApp Rp 223 Triliun

INFO BOS - Facebook Beli WhatsApp Rp 223 Triliun. Facebook kembali membuat keputusan akuisisi yang mengejutkan. Setelah Instagram, kini jejaring sosial terbesar di dunia tersebut mencaplok aplikasi pesan instan WhatsApp, Rabu (19/2/2014).


Facebook Beli WhatsApp Rp 223 Triliun


Menurut laporan Reuters, Facebook harus merogoh kocek sangat dalam untuk mendapatkan WhatsApp, totalnya mencapai 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 223 triliun)

Pembayaran tersebut tidak sepenuhnya berupa uang tunai. Pada awalnya, Facebook akan menggelontorkan dana sebesar 16 miliar dollar AS, yang terdiri dari 12 miliar dollar AS saham Facebook dan 4 miliar dollar AS dalam bentuk uang tunai.

Facebook juga memberi 3 miliar dollar AS saham terbatas untuk pendiri dan karyawan WhatsApp yang akan diberikan selama empat tahun setelah akuisisi tersebut selesai.

Jika proses akuisisi ini gagal, Facebook telah setuju membayar biaya "perpisahan" ke WhatsApp sejumlah 1 miliar dollar AS, ditambah saham kelas A dengan nilai setara 1 miliar dollar AS.

"WhatsApp ada dalam jalur untuk menghubungkan 1 miliar orang. Layanan tersebut telah mendapatkan pencapaian yang luar biasa bernilai," kata Mark Zuckerberg, CEO Facebook.

Nantinya, Jan Koum, pendiri dan CEO WhatsApp, akan bergabung ke Dewan Direksi Facebook. Namun, WhatsApp akan tetap bekerja secara mandiri, sama seperti Instagram.

WhatsApp saat ini memiliki 450 juta pengguna bulanan, 70 persennya merupakan pengguna aktif. Setiap harinya, ada 1 juta pengguna baru yang mendaftar.

Zuckerberg, yang mendirikan Facebook pada 2004, tampaknya rela mengeluarkan banyak uang demi produk yang dianggapnya punya masa depan. Sebelumnya, Facebook mengakuisisi Instagram senilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 9,1 triliun) pada awal April 2012.

Kala itu, banyak pihak terkejut dengan nilai akuisisi yang demikian tinggi. Facebook rela mengeluarkan uang sebanyak itu demi sebuah perusahaan rintisan berbasis teknologi informasi (startup) yang diasuh 13 karyawan dan belum bisa menghasilkan uang.

Di bawah tangan dingin Facebook, Instagram menjajaki usaha menghasilkan uang dengan membuka lapak iklan mulai akhir 2013 lalu. Baik Facebook maupun Instagram masih harus terus putar otak agar layanan berbagi foto dan video ini bisa meraih lebih banyak uang.

Sumber: Kompas.com
readmore »»  

Kamis, 25 Juli 2013

Mengapa Internet di Indonesia Lambat?

Mengapa Internet di Indonesia Lambat? - Pengembangan jaringan telekomunikasi kanal lebar berbasis kabel serat optik telah dicanangkan sejak 1996 melalui Program Nusantara 21. Namun, program itu terhenti sebelum masuk abad ke-21.

Mengapa Internet di Indonesia Lambat?
Ilustrasi Wanita Seksi Lagi Berinternet Ria - Foto : Facebook

Kebijakan yang tak konsisten ini menyebabkan Indonesia kini tertinggal dalam layanan telekomunikasi di kawasan ASEAN serta masih menghadapi masalah kesenjangan layanan informasi dan komunikasi.

Menurut Setyanto P Santosa, Ketua Umum Masyarakat Telekomunikasi Indonesia, posisi negara ini menurun dari posisi pertama pada era 1970 hingga 1980-an menjadi di bawah empat negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Dalam jumpa pers awal pekan ini tentang rencana penyelenggaraan ASEAN Chief Information Officer Forum II yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Juni mendatang, Setyanto mengatakan, dalam penyediaan layanan telekomunikasi, Indonesia mengandalkan jaringan nirkabel, yaitu sistem seluler dan satelit. Padahal, jenis prasarana telekomunikasi ini lebih rendah dalam hal kualitas dan kecepatan penyampaian sinyal dibandingkan sambungan kabel serat optik.

Jaringan telekomunikasi di Indonesia, ujar mantan Direktur Utama PT Telkom Indonesia itu, 95 persen berupa telekomunikasi nirkabel dengan kualitas sambungan yang buruk.

Dengan sarana ini, komunikasi suara saja buruk, apalagi data, gambar, dan video,” ujar Setyanto.

Seharusnya, menurut dia, Indonesia mengikuti tren pengembangan telekomunikasi yang terjadi di dunia. Layanan telekomunikasi di negara maju, 60 persen menggunakan kabel serat optik. Teknologi itu memiliki beberapa kelebihan, antara lain bebas gangguan, berkecepatan tinggi, dan berkapasitas tinggi.

Masalah layanan telekomunikasi ini akan menjadi salah satu bahasan dalam forum tersebut. Selain itu, juga akan dibicarakan tentang penerapan satu sistem operasi (platform) yang akan dipakai di kawasan ASEAN.

Dalam hal ini akan dibahas kembali program ASEAN Go Open Source, yang pernah dicanangkan beberapa tahun lalu, kata Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza.

Sumber Artikel : Kompas
readmore »»  

Minggu, 30 Juni 2013

Pamer Foto Syur di Facebook - Ajang Mencari Ketenaran

Pamer Foto Syur di Facebook - Ajang Mencari Ketenaran | Terkenal atau ingin dikenal orang, adalah salah satu sifat manusia yang hakiki. Tujuannya adalah untuk aktualisasi diri. Supaya lebih dekat dan menjadi sahabat dari seseorang. Tentunya itulah keinginan kita. Karena manusia tidak bisa hidup sendirian. Tuhan pun menciptakan manusia berpasangan, dengan kata lain bahwa manusia diciptakan untuk bersosialisasi. Berhubungan satu sama lain.

Sayangnya, untuk berhubungan dengan orang lain dilakukan dengan cara yang salah. Sebut saja Facebook. Situs hasil karya terbaik abad ini, yang diciptakan oleh seorang mahasiswa droup out salah satu Universitas ternama di dunia yaitu Universitas Harvard, anak muda yang baru saja menikah, Mark Elliot Zuckerberg, dimanfaatkan sedemikian rupa untuk hal-hal negatif bagi sebagian kalangan. Meski awalnya baik, namun menjadi ajang sebuah memamerkan diri ke dalam hal-hal negatif. Seperti halnya memamerkan sebuah Foto Syur. Foto yang hanya bisa dilihat orang sendiri (kalangan tertentu) menjadi konsumsi publik. Tujuannya cuma satu, TERKENAL dan kata halusnya MENCARI TEMAN.

Coba deh baca mengenai Facebook, pendiri dan tujuan Facebook dibuat dibawah ini.
Sekilas singkat tentang Mark Elliot Zuckerberg
Mark Elliot Zuckerberg (lahir 14 Mei 1984) adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet. Ia dikenal karena menciptakan situs jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat eksekutif dan presiden. Facebook didirikan sebagai perusahaan swasta pada tahun 2004 oleh Zuckerberg dan teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes ketika menjadi mahasiswa di Universitas Harvard. Pada tahun 2010, Zuckerberg terpilih sebagai Person of the Year versi majalah Time. Pada 2011, kekayaan pribadinya ditaksir mencapai $17,55 miliar.

Tujuan Pendirian Facebbok
Zuckerberg meluncurkan Facebook dari kamar asrama Harvard pada tanggal 4 Februari 2004. Sebuah inspirasi awal Facebook mungkin berasal dari Phillips Exeter Academy, sekolah tinggi swasta dimana Zuckerberg lulus tahun 2002. Ini mempublikasikan direktori mahasiswa sendiri, buku angkatan yang oleh siswa disebut sebagai "The Facebook". Direktori foto semacam itu merupakan bagian penting pengalaman sosial bagi kebanyakan siswa di sekolah swasta. Dengan hal tersebut, siswa dapat mendaftar berbagai hal seperti tahun angkatan, kedekatan mereka dengan teman-teman, dan nomor telepon mereka.

Setelah kuliah, Facebook dimulai dari hanya sebagai "barang Harvard" sampai akhirnya Zuckerberg memutuskan untuk menyebarkan ke sekolah lain, mendaftar dengan bantuan dari teman sekamarnya Dustin Moskovitz. Mereka pertama kali dimulai dari Stanford, Dartmouth, Columbia, New York University, Cornell, Brown, dan Yale, dan kemudian di sekolah lain yang memiliki kontak sosial dengan Harvard University.

Zuckerberg pindah ke Palo Alto, California, bersama Moskovitz dan beberapa teman. Mereka menyewa sebuah rumah kecil yang berfungsi sebagai kantor. Selama musim panas, Zuckerberg bertemu Peter Thiel yang menginvestasikan pada perusahaan. Mereka mendapat kantor pertama mereka di pertengahan tahun 2004. Menurut Zuckerberg, mereka berencana untuk kembali ke Harvard tetapi akhirnya memutuskan untuk tetap di California. Mereka telah menolak tawaran oleh perusahaan besar yang akan membeli Facebook. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2007, Zuckerberg menjelaskan alasannya:

Ini bukan soal uang. Bagi saya dan rekan saya, hal yang paling penting adalah bahwa kita menciptakan aliran informasi yang terbuka untuk orang-orang. Perusahaan media yang dimiliki oleh konglomerat hanya bukan ide menarik bagi saya. Dia mengungkapkan kembali tujuan-tujuan yang sama kepada majalah Wired pada tahun 2010: "Yang saya pedulikan adalah misi, membuat dunia terbuka." Sebelumnya, pada bulan April 2009, Zuckerberg meminta nasihat dari mantan CFO Netscape Peter Currie tentang strategi pembiayaan untuk Facebook.

Pada tanggal 21 Juli 2010, Zuckerberg melaporkan bahwa perusahaan mencapai angka 500 juta pengguna. Ketika ditanya apakah bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak dari iklan sebagai hasil dari pertumbuhan yang fenomenal, ia menjelaskan: Saya kira kami bisa ... Jika anda melihat berapa banyak halaman kami diambil untuk porsi iklan dibandingkan dengan rata-rata permintaan pencarian. Rata-rata bagi kita adalah sedikit kurang dari 10 persen dari halaman, dan rata-rata untuk pencarian adalah sekitar 20 persen yang diambil dengan iklan. Itu hal sederhana yang bisa kami lakukan. Tapi kami tidak seperti itu. Kami menghasilkan cukup uang. Benar, maksud saya, kita menjaga hal-hal berjalan, kita tumbuh pada tingkat yang kita inginkan. (sumber : Halaman Facebook Mark Zuckerberg)

Pamer Foto Syur di Facebook - Ajang Mencari Ketenaran
Kembali kepada topik di atas. Apabila kita sudah menelaah sekilas mengenai facebook di atas, "Pamer Foto Syur di Facebook - Ajang Mencari Ketenaran" bukanlah suatu hal yang baik dilakukan. Namun kenyataannya terjadi. Meskipun demikian, ada batas-batas atau aturan yang tidak boleh dilanggar seperti Foto Vulgar (tanpa busana sehelai benanng pun) tidak boleh di upload di dalam facebook.

Pamer Foto Syur di Facebook - Ajang Mencari Ketenaran

Jadilah bertindak yang wajar-wajar saja. Melakukan "Pamer Foto Syur di Facebook - Ajang Mencari Ketenaran" bukanlah suatu hal yang terbaik untuk mencari teman dan terkenal. Itu semua hanya semu. Keuntungannya memang ada, sekejap anda akan banyak diminta menjadi teman dalan facebook. Namun sayangnya, apabila tidak ada yang bisa di pamerkan lagi, maka orang-orang akan meninggalkan kita. Oleh karena itu, buatlah sesuatu yang berguna bagi orang lain, sehingga orang tersebut mencari dan terus mencari kita agar menjadi temannya. (kok serius banget yah.... hahaha....)

Okaylah kalao begitu. Demikian dulu Info Bos mengenai Pamer Foto Syur di Facebook - Ajang Mencari Ketenaran. Hanya sharing belaka. Silahkan berikan pendapat anda ya kawan. Salam. [Info Bos]
readmore »»  

Rabu, 05 Juni 2013

Tentara Perempuan Israel Berpose Nyaris Bugil di Facebook

Tentara Perempuan Israel Berpose Nyaris Bugil di Facebook - Militer Israel, Minggu (2/6/2013), mengatakan, telah mendisiplinkan sekelompok tentara perempuan yang mem-posting sejumlah foto diri mereka dalam kondisi nyaris bugil sambil menenteng perlengkapan tempur di Facebook. Kasus itu merupakan episode terbaru yang melibatkan tentara muda Israel sehingga membuat malu angkatan bersenjata negara itu di media sosial.

Tentara perempuan Israel

Sebuah foto memperlihatkan empat tentara perempuan, yang baru direkrut, menanggalkan celana panjang yang merupakan seragam mereka demi menunjukkan thong yang mereka kenakan. Seorang perempuan dalam foto itu hanya mengenakan bra dan celana dalam saja. Sebuah foto lain menunjukkan lima tentara baru yang berpakaian minim dengan hanya mengenakan helm.

Walla, sebuah situs berita Israel, menampilkan foto-foto tersebut dengan wajah dan bagian tubuh yang terekspos dibuat kabur. Foto-foto tersebut mendapat sejumlah tanda "likes" di Facebook, bersamaan dengan banyak komentar antusias. Namun, antusiasme itu tidak dimiliki para komandan militer Israel, yang mengumumkan bahwa para tentara perempuan itu telah diberi peringatan tegas tentang perilaku mereka.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel (Israel Defence Forces/IDF) mengatakan, para perempuan muda itu telah bertindak "tidak pantas bagi tentara Israel". "Para komandan telah mendisiplinkan para prajurit itu," kata pernyataan itu. Pernyataan itu tidak mengidentifikasi para tentara tersebut atau memberikan rincian tentang hukuman terhadap mereka.

Seorang juru bicara IDF mengatakan, para perempuan itu tidak sedang bergabung dengan unit mereka saat insiden terjadi.

Para perempuan itu diketahui telah menjalani pelatihan dasar di sebuah sekolah pelatihan infanteri di Israel selatan. Situs web The Times of Israel mengatakan, berita tentang foto-foto itu telah dilaporkan secara luas di media Arab, tetapi setelah disensor secara ketat.

Beberapa tahun terakhir, militer Israel telah mendisiplinkan sejumlah tentara karena dinilai telah mem-posting sejumlah hal tak pantas ke media sosial. Sebuah video yang di-posting di YouTube tahun 2010 menunjukkan seorang tentara menari dengan gerakan cabul di sekitar perempuan Palestina yang ditutup matanya. Insiden itu menyusul penemuan sejumlah foto pada awal tahun tersebut yang menunjukkan seorang prajurit perempuan berpose di depan tahanan Palestina.

Tak lama setelah itu, militer Israel melarang para tentara menggunakan media sosial selagi berada di barak. Larangan itu merupakan sebuah upaya untuk mencegah posting-an memalukan di media sosial di masa depan.

Awal tahun ini, seorang tentara ditegur setelah mem-posting foto dirinya dalam kondisi telanjang dengan sebuah senjata dan menulis kicauan di Twitter yang bernada anti-Palestina. Insiden itu diikuti insiden lain di mana seorang prajurit di unit sniper Israel mem-posting sebuah foto yang memperlihatkan seorang anak Palestina berada di garis bidik senapan di halaman Instagram pribadinya.

Para pria dan perempuan Israel umumnya harus mengikuti wajib militer pada usia 18 tahun.

Sumber: Kompas
readmore »»  

Rabu, 30 Januari 2013

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

INFO BOS - Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi. Bila anda membaca judul postingan ini, tentu akan bertanya-tanya. Benarkah Cewek Anak Sekolahan yang Fotonya Seksi, Hot dan Nakal hanya sebatas Iseng, Hobby atau memang profesi si Cewek memang demikian?

Suatu pertanyaan yang sangat sulit untuk di jawab bukan. Karena bila kita melihat dari hasil para fotografer amatiran ini, wajah si model yang masih berpakaian seragam sekolah terlihat senang dan menyukai gayanya (posenya). Bahkan tak segan-segan memperlihatkan bentuk-bentuk aurat rubuhnya.

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Dengan senyuman dan ekspresi yang nakal seakan-akan mengundang para kaum lelaki untuk mendekati dan menggapainya. Ada juga foto bersama dengan seorang lelaki yang sudah tua (oom). Si cewek malah terlihat bahagia bersamanya saat di foto. Sementara si Oom tadi masih dalam keadaan setengah telanjang. Bagaimana menurut anda?

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Banyak berita di beberapa media seperti "Anak di bawah umur (kategori masih sekolah) diperkosa oleh lelaki si xxxx" misalnya. Atau "siswa smu di culik oleh teman prianya". Ini bukti bahwa ada godaan-godaan yang cewek berikan kepada si cowok untuk melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya. Bisa jadi si siswi tadi menampakkan beberapa auratnya sehingga si pelaku kejahatan tergiur untuk melakukannya. So... ada kemungkinan kejahatan tejadi bukan karena diinginkan melainkan karena ada kesempatan.

Lihat beberapa contoh Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi di bawah ini yang bersumber dari Situs Jejaring Sosial (facebook, twitter dan Google).

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau ProfesiFoto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi


Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi

Pesan Info Bos, alangkah baiknya bila para Orang Tua / Wali mengetahui kelakuan si Anak seperti dalam "Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi" di atas, segera berdialog atau diskusi dengan si anak. Berilah kesempatan kepada si anak untuk memberikan alasan-alasan kenapa melakukan hal tersebut. Dan bimbinglah si anak untuk tidak melakukannya kembali.

Demikian Info Bos mengenai Foto Hot Nakal Cewek SMU : Iseng, Hobby atau Profesi. ** Info Bos.

Sumber Foto : Mesin Pencari Google dengan Keyword : Foto SMA
readmore »»  

Korban Facebook: Siswi SMK Diculik Teman Facebook

INFO BOS - Korban Facebook: Siswi SMK Diculik Teman Facebook. Seorang siswi SMK di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan jadi korban penculikan oleh teman Facebook-nya. Korban bernama Merliana Amandus Petrus (17).

Peristiwa penculikan ini terjadi pada Sabtu (26/1/2013) lalu. Saat itu seorang pria yang mengaku bernama Raihan berkunjung ke rumah korban. Kedatangan Raihan adalah untuk melamar Merliana, namun ditolak orang tua korban.

Korban Facebook: Siswi SMK Diculik Teman Facebook
Saat korban pergi ke sekolah, tersangka menculiknya dengan menggunakan mobil. Ayah korban, Amandus sempat mengejar mobil pelaku, namun gagal karena kehilangan jejak. Walaupun kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian setempat, namun hingga saat polisi belum berhasil menemukan korban dan menangkap pelaku penculikan. Hal ini membuat keluarga korban menyayangkan kinerja aparat kepolisian.

"Kami meminta agar polisi segera menemukan anak kami dan menangkap pelakunya," ungkap Amandus, saat dikunjungi Kompas.com di rumahnya, Kecamatan Makale, Rabu (30/1/2013).

Sementara itu, Wakapolres Tana Toraja Kompol Novly mengakui kasus tersebut sedang ditangani Polres Tana Toraja. Kini pihaknya masih mengejar pelaku. "Kasusnya sedang didalami, dan kami sedang mengejar pelaku penculikan," tegas Novly. (kompas.com)
readmore »»  

Arsip Blog